Dorong UMKM Naik Kelas, Alfamart Gandeng Pemkab Semarang Gelar Pelatihan Manajemen Ritel


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang mendapatkan pembekalan berharga untuk menembus pasar ritel modern. Langkah ini diwujudkan melalui Pelatihan Manajemen Ritel UMKM yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (22/10/2026) siang.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha. Dalam sambutannya, Ngesti Nugraha menekankan pentingnya mentalitas dan tekad kuat dari para pelaku usaha. Menurutnya, sebaik apa pun dukungan dari pemerintah maupun swasta, kunci utama pertumbuhan bisnis tetap berada di tangan pelaku usaha itu sendiri.

“Kami sangat mendukung aksi perusahaan swasta dalam mengandeng UMKM agar bisa melesat lebih tinggi. Namun yang paling krusial adalah kesadaran dan niat dari para pelaku usaha itu sendiri untuk terus berkembang,” tegasnya seusai membuka pelatihan.

Ngesti Nugraha berharap, sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha lokal, dan toko modern dapat melahirkan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan (win-win solution). Toko modern dan UMKM tidak perlu diposisikan sebagai pesaing, melainkan mitra strategis yang bersama-sama menggerakkan roda perekonomian daerah.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Terus Dorong Program Donasi JKN-KIS

Lebih jauh, Bupati mengapresiasi kontribusi nyata Alfamart yang tidak hanya berfokus pada pelatihan ekonomi, tetapi juga aktif dalam aksi sosial Corporate Social Responsibility (CSR), mulai dari penyaluran sembako bagi kaum duafa dan penyandang disabilitas, hingga bantuan air bersih di wilayah terdampak kekeringan.

“Harapan kita, kolaborasi ini berjalan lancar untuk jangka panjang. Terkait teknis agar produk UMKM Kabupaten Semarang bisa masuk ke jaringan toko Alfamart, Pemkab melalui Diskumperindag siap memfasilitasi dan mendampingi proses pendaftarannya,” tambah Ngesti Nugraha.

Branch Manager Alfamart, V. Daru Harjanto menyerahkan bantuan 50 timbangan digital untuk pelaku UMKM Kabupaten Semarang diterima simbolis Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Kamis (22/10/2026). FOTO:MUIZ/JATENGP:OS

Menanggapi hal tersebut, Branch Manager Alfamart, V. Daru Harjanto, menegaskan komitmennya untuk membuka pintu seluas-luasnya bagi produk lokal berkualitas agar dapat dipajang di rak-rak ritel Alfamart maupun sebagai mitra tenant di teras gerai.

Daru menjelaskan, pelatihan ini diberikan agar para pelaku usaha memahami standar ritel modern; mulai dari kualifikasi mutu dan cita rasa, kerapian kemasan, hingga kelengkapan dokumen legalitas produk.

“Pada dasarnya tidak ada batasan kuota untuk produk lokal. Dalam pelatihan kami memberikan edukasi dasar terkait kriteria standar ritel modern. Bagi produk yang belum memenuhi syarat, kami siap memberikan pelatihan lanjutan dan pendampingan,” ujar Daru.

Baca juga:  SD Negeri Sambiroto 2 Deklarasi Kesiapan Mengikuti Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Semarang

Daru mengungkapkan bahwa potensi produk UMKM lokal sebenarnya sangat besar, namun jumlah yang berhasil masuk ke jaringan toko modern masih terbatas.

“Kalau untuk saat ini, produk yang masuk di Alfamart khususnya di wilayah Jepara dan Semarang memang belum banyak. Makanya kami berharap produk-produk lokal dari masyarakat sekitar itu bisa lebih banyak lagi,” ungkap Daru.

Ia menilai, kualitas produk lokal sebenarnya sudah mampu bertaji di pasaran, namun sering kali terkendala minimnya media atau akses pemasaran.

“Kalau kita lihat, produknya banyak yang sudah mampu bersaing dan kualitasnya sebenarnya tidak kalah. Cuma mungkin panggungnya saja yang masih kurang,” tambahnya.

Melalui sinergi dengan Pemkab Semarang ini juga didukung pelatihan berbasis Digital Bisnis Alfamart guna memperluas jangkauan pemasaran UMKM. Langkah tersebut berorientasi pada visi Alfamart untuk menjadi jaringan distribusi yang berpihak pada pemberdayaan pengusaha kecil.

“Seperti yang disampaikan Pak Bupati, pencapaian akhirnya bukan sekadar produk berhasil masuk ke pasar modern, melainkan bagaimana produk lokal tersebut memiliki daya saing tinggi, terus berkembang, dan berkesinambungan di pasar bebas,” pungkas Daru. (muz)



TERKINI

Pemprov Jateng Gulirkan Program Petani Gajian

Rekomendasi

...