Geliat PKK dan Baznas Kudus Sokong Kemandirian Warga Rentan


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus terus memperkuat sinergi lintas sectoral, guna mempercepat penyaluran bantuan dan pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Khususnya penyandang disabilitas (difabel).

Melalui kolaborasi erat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Sosial (Dinsos), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus, ratusan paket bantuan serta berbagai program kemandirian pun telah berhasil digulirkan.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, mengungkapkan bahwa koordinasi aktif dengan para camat menjadi kunci utama dalam menjaring data warga yang membutuhkan. Informasi yang masuk dari wilayah langsung direspons cepat untuk disalurkan kepada instansi terkait.

‘’Apabila ada warga yang membutuhkan bantuan berupa kursi roda, kaki palsu, maupun tangan palsu, data tersebut langsung kami sampaikan ke Baznas, Dinsos, atau PMI. Jika logistik tersedia, langsung kami tindak lanjuti dan serahkan secara langsung ke yang membutuhkan,’’ ujar Endhah, usai menyerahkan bantuan kursi roda untuk warga Kelurahan Mlatinorowito, Kamis (22/10).

Baca juga:  Dekranasda Kudus Pacu UMKM dan Gempur Kemiskinan

Indhah menegaskan, jumlah bantuan yang telah disalurkan hingga kini sudah mencapai ratusan unit karena didukung oleh berbagai pihak, tidak hanya bersumber dari satu instansi saja.

‘’Selain alat bantu fisik, TP PKK juga turut mendistribusikan bantuan paket sembako untuk meringankan beban ekonomi harian warga,’’ jelasnya.

Masih kata Indah, bukan sekadar memberikan bantuan sosial yang bersifat konsumtif, TP PKK Kudus juga fokus pada program pemberdayaan kaum difabel agar dapat hidup mandiri. Mengingat akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar dibanding masyarakat umum.

‘’Pembekalan keterampilan menjadi solusi strategis,’’ tuturnya.

Kata dia, dalam pelaksanaannya TP PKK menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Kudus untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan berkala, seperti merajut dan kerajinan tangan.

Tidak hanya itu, kaum difabel juga dilibatkan dalam program pemilahan dan pengolahan sampah. Sampah-sampah daur ulang tersebut diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomis yang siap dipasarkan.

Baca juga:  Kudus Kekurangan 976 Guru PNS

‘’Tantangan terbesar kami adalah membangkitkan semangat mereka. Pada pelatihan bordir sebelumnya, ada peserta yang memiliki keterbatasan. Kendalanya adalah mobilitas, sehingga tim kami harus memberikan effort lebih dengan memfasilitasi antar-jemput dari rumah ke lokasi pelatihan, lalu mengantarkannya kembali,” jelas Endhah mengenai komitmen pelayanan TP PKK.

Ke depan, Endhah berharap kolaborasi kemanusiaan ini terus berjalan konsisten agar setiap warga Kudus yang berada dalam kondisi rentan dapat segera tersentuh bantuan dan mengalami perbaikan kualitas hidup.

Sementara itu, Ketua Baznas Kudus, Noor Badi, menyampaikan bahwa alokasi anggaran pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) senilai Rp5 Miliar telah disalurkan untuk takmir dan masjid oleh Bupati Kudus saat program Safari Jumat.

‘’Selain itu, kami mengalokasikan untuk menyokong program penanganan fakir miskin, kaum duafa, pemulihan ekonomi, serta sektor pendidikan bagi anak-anak kurang mampu,’’ pungkasnya. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...