JATENGPOS.CO.ID, PURWOREJO – Perguruan tinggi keagamaan Islam dituntut terus beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mulai mengubah dunia pendidikan dan dunia kerja. Perubahan tersebut harus menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan lulusan yang kreatif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo saat memberikan sambutan dalam Wisuda Ke-XXXII Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo di Ganeca Convention Hall, Purworejo, Sabtu (24/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua STAINU Purworejo Dr. H. Mustadin Tanggala, S.Psi., M.Si., mewisuda 66 sarjana dari program studi bidang pendidikan.
Menurut Wibowo, perubahan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki cara pandang baru terhadap masa depan. Gelar sarjana tidak lagi cukup menjadi bekal tanpa kemampuan beradaptasi, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan peluang.
“Dunia berubah sangat cepat dan kita harus mampu melihat peluang di tengah perubahan itu,” katanya.
Mereka dapat mengembangkan media pembelajaran digital, mendirikan lembaga pendidikan, membangun usaha berbasis pengetahuan, maupun menciptakan inovasi pendidikan. Kemajuan kecerdasan buatan juga perlu dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, bukan dipandang sebagai ancaman yang menimbulkan pesimisme.
Di tengah perkembangan tersebut, Wibowo menilai peran guru justru semakin penting. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu, mengajarkan cara berpikir kritis, menumbuhkan kepekaan sosial, dan membantu peserta didik mengembangkan potensinya.

“Teknologi dapat membantu manusia menjadi lebih pintar, tetapi pendidikan harus membuat manusia menjadi lebih bijaksana. Itulah tugas besar para pendidik masa depan,” tegasnya.
Wibowo berharap STAINU Purworejo terus memperkuat kualitas akademik, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga. Saya berharap STAINU Purworejo semakin maju, semakin berkualitas, dan terus melahirkan generasi terdidik yang mampu menjawab tantangan zaman. Perguruan tinggi keagamaan memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua STAINU Purworejo Mustadin Tanggala menyampaikan bahwa wisuda 66 sarjana merupakan bagian dari kontribusi kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas, khususnya di bidang pendidikan.
“Kami berharap para sarjana yang diwisuda mampu mengamalkan ilmunya, menjaga nama baik almamater, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. STAINU Purworejo terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusannya mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Wisuda tersebut dihadiri Rais Syuriah PCNU Kabupaten Purworejo KH. R. Dawud Masykuri; Staf Khusus Menteri Agama Dr. H. Farid Fakhrudin Saenong, M.A., Ph.D.; Staf Ahli Bupati Purworejo; Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.; Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I.; jajaran Badan Pengurus Penyelenggara (BPP) STAINU Purworejo; Ketua STAINU Purworejo Dr. H. Mustadin Tanggala, S.Psi., M.Si., serta para orang tua wisudawan.








