JATENGPOS.CO.ID, AMBARAWA – Menempuh perjalanan lintas pulau dengan sepeda motor bukan sekadar urusan menaklukkan jarak. Kesiapan fisik, pengaturan waktu berkendara, hingga strategi mengisi bahan bakar menjadi bagian penting agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan.
Pengalaman itulah yang dibagikan Nanda Shiddikia, 26, bikers Honda Street Fire Club Indonesia Bireuen, Aceh, setelah menjalani perjalanan sekitar satu bulan untuk menghadiri Honda Bikers Day (HBD) XV di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (24/10/2026).
Bagi Nanda, touring jarak jauh membutuhkan kedisiplinan dalam mengatur ritme perjalanan. Ia tidak memaksakan diri untuk terus berkendara demi mengejar jarak tempuh, tetapi lebih mengutamakan kondisi tubuh dan keselamatan selama berada di jalan.
“ Saya membatasi waktu berkendara sekitar empat hingga lima jam sehari, sudah termasuk waktu istirahat. Pengaturan waktu ini sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh dan fokus selama touring,” ujar Nanda.
Memilih Berkendara pada Siang Hari
Salah satu kebiasaan yang diterapkan Nanda adalah membatasi perjalanan pada siang hingga sore hari. Ia biasanya mulai berkendara sekitar pukul 10.00 dan berusaha mengakhiri perjalanan paling lambat pukul 18.00 WIB.
Baginya, berkendara dengan kondisi tubuh yang masih bugar jauh lebih penting daripada memaksakan diri mengejar target jarak. Apalagi, perjalanan lintas daerah menghadirkan tantangan berbeda, mulai dari kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, hingga cuaca yang berubah-ubah.
Nanda sebisa mungkin menghindari perjalanan malam, kecuali ketika masih berada di kawasan perkotaan. Setelah menyelesaikan perjalanan harian, ia memilih mencari penginapan atau memanfaatkan jaringan komunitas sepeda motor Honda di daerah yang disinggahi.
Kebiasaan tersebut sekaligus menjadi cara untuk menjaga konsentrasi selama perjalanan berikutnya. Istirahat yang cukup dinilai penting agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan setelah berjam-jam mengendarai sepeda motor.
Cermat Mengatur Pengisian BBM
Selain menjaga stamina, pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi tantangan tersendiri dalam touring jarak jauh. Nanda harus memperhitungkan lokasi pengisian BBM, terutama ketika melintasi jalur antardaerah yang memiliki antrean panjang.
Kapasitas tangki sepeda motor yang besar memang memberikan keleluasaan dalam menempuh perjalanan. Namun, kondisi di lapangan tetap membutuhkan perencanaan agar waktu tidak habis untuk mencari tempat pengisian bahan bakar.
“Kondisi antrean BBM di beberapa wilayah cukup menyita waktu. Karena saya membatasi perjalanan sampai sore hari, strategi pengisian BBM harus benar-benar diperhitungkan agar tidak keteteran mencari tempat istirahat sebelum malam,” jelasnya.
Menurut Nanda, pengisian BBM sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan perjalanan harian, bukan sekadar dilakukan ketika bahan bakar hampir habis. Dengan begitu, pengendara dapat memperkirakan waktu tempuh sekaligus menentukan lokasi beristirahat sebelum hari mulai gelap.
Stamina Menjadi Modal Utama
Perjalanan jauh juga menuntut pengendara menjaga kondisi fisik sejak sebelum keberangkatan. Nanda menekankan pentingnya pola makan teratur, waktu tidur yang cukup, serta menghindari kebiasaan begadang dan konsumsi alkohol selama touring.
Kondisi tubuh yang prima membantu pengendara mempertahankan konsentrasi ketika menghadapi berbagai situasi di jalan. Sebaliknya, kelelahan dan kurang tidur dapat mengurangi kewaspadaan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, ia memilih menyesuaikan perjalanan dengan kemampuan tubuh. Ketika target harian sudah tercapai, beristirahat menjadi pilihan yang lebih bijak daripada memaksakan diri melanjutkan perjalanan.
Pengalaman selama sebulan di perjalanan juga mengajarkan Nanda bahwa touring bukan perlombaan untuk menjadi yang tercepat sampai tujuan. Perjalanan yang aman, kondisi tubuh tetap terjaga, dan kesempatan menikmati setiap daerah yang dilalui justru menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara.
Menjelajah Daerah, Merawat Persaudaraan
Sebelum tiba di Ambarawa, Nanda telah mengunjungi sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Depok, dan Jawa Barat. Perjalanan tersebut dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan rekan-rekan komunitas Honda Club Indonesia (HCI).
Ia sempat merencanakan perjalanan hingga Lombok. Namun, rencana tersebut akhirnya disesuaikan agar dapat menghadiri HBD XV di Ambarawa bersama ribuan bikers dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Nanda, perjalanan menggunakan sepeda motor tidak hanya memberikan kesempatan menjelajahi tempat-tempat baru, tetapi juga mempertemukannya dengan banyak kawan yang memiliki kecintaan serupa terhadap dunia otomotif.
Pertemuan antarkomunitas menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperluas persaudaraan, dan saling mengenal budaya dari berbagai wilayah Nusantara.
Melalui pengalaman tersebut, Nanda menunjukkan bahwa touring jarak jauh membutuhkan lebih dari sekadar sepeda motor yang siap jalan. Perencanaan rute, pengelolaan waktu, kecermatan mengatur BBM, dan kesiapan fisik menjadi bekal penting agar perjalanan panjang tetap aman sekaligus berkesan.(prast/aln)








