Lima Tim Mahasiswa UNDIP Berjaya di Abdidaya Ormawa 2026, Borong 7 Penghargaan


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Inovasi pengendalian hama tikus berbasis energi surya, pengembangan usaha olahan pisang, hingga hilirisasi kopi menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa bisa melampaui ruang kuliah. Lima tim Universitas Diponegoro (UNDIP) membawa gagasan tersebut ke tengah masyarakat dan pulang dengan tujuh penghargaan dari ajang Abdidaya Ormawa 2026.

Prestasi itu diumumkan pada malam penutupan Abdidaya Ormawa 2026 di Taman Firdaus, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sabtu (24/10/2026). Capaian tersebut menjadi pengakuan atas beragam program pemberdayaan masyarakat yang dirancang mahasiswa UNDIP, mulai dari pertanian cerdas hingga pengembangan ekonomi desa berkelanjutan.

Bukan hanya jumlah penghargaan yang menjadi sorotan. Keberhasilan lima tim tersebut memperlihatkan bagaimana organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk menguji gagasan, mengembangkan inovasi, sekaligus menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Dari tujuh penghargaan yang diraih, salah satu pencapaian tertinggi datang dari tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Tim ini meraih Terbaik 1 kategori Tim dengan Dampak dan Kontinuitas Program Paling Kuat.

Tim tersebut mengusung program SRIKANDI Naik Kelas, sebuah upaya mentransformasi kelembagaan dan memperluas pasar produk PisPong di Kelurahan Pongangan. Program ini diarahkan untuk mendorong unit usaha lokal agar semakin berkembang dan memiliki keberlanjutan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Keberlanjutan dampak dan kemampuan masyarakat mengembangkan hasil program menjadi aspek penting yang mendapat pengakuan dalam kompetisi tersebut.

Penyerahan penghargaan salah satu kategori di malam pengumuman pemenang Abdidaya Ormawa 2026 di Taman Firdaus, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sabtu (24/10/2026). FOTO:IST/KOMBLIK UNDIP

Lima Tim, Lima Gagasan Terbaik untuk Masyarakat

Lima tim UNDIP yang berlaga di Abdidaya Ormawa 2026 membawa pendekatan berbeda sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran program. Kelima tim PPK Ormawa UNDIP berhasil meraih prestasi terbaik dalam Abdidaya Ormawa 2026, antara lain:

Tim Forum Studi Teknik (FST), Fakultas Teknik, mengembangkan SAHABAT TANI, sistem cerdas untuk mengendalikan hama tikus menggunakan teknologi ultrasonik dan biopestisida dengan dukungan energi surya. Program yang mengangkat tema smart farming ini menyasar pengembangan pertanian berkelanjutan di Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Sementara itu, tim BEM Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) menghadirkan program MENITI (Mentari Cendekia, Nawasena Tani, Titian Wirausaha). Melalui pengembangan Pojok Literasi, tim ini mendorong transformasi Desa Bejaten, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, menuju desa yang cerdas, berdaya, dan berkelanjutan.

Baca juga:  Tanggapi Dugaan Dampak Proyek Rumah Makan di Jalan Sultan Agung, Distaru Kota Semarang Turunkan Tim Ahli

Di Kelurahan Pongangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, tim HMD Pertanian berfokus pada penguatan kelembagaan dan ekspansi pasar PisPong melalui program SRIKANDI Naik Kelas. Pendekatan ini menempatkan pengembangan usaha lokal sebagai jalan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Berbeda lagi dengan tim BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang mengusung Gerakan Kopi Berdaya (GKB). Melalui hilirisasi produk kopi Sejiwa Lan Java, mereka berupaya membangun Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, sebagai desa wirausaha yang berkelanjutan.

Adapun tim Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, FISIP, mengembangkan NATHER, inovasi banana bio-leather melalui pemberdayaan ecopreneur di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Program ini mengangkat potensi pengembangan bahan alternatif berbasis pisang untuk mendukung ekonomi berkelanjutan.

Kelima program tersebut menunjukkan keragaman pendekatan mahasiswa UNDIP dalam pemberdayaan masyarakat. Ada yang bertumpu pada teknologi pertanian, literasi, penguatan pasar, pengolahan komoditas lokal, hingga inovasi material ramah lingkungan.

Tujuh Penghargaan dari Berbagai Kategori

Kerja kolektif kelima tim menghasilkan tujuh penghargaan dalam kategori yang berbeda. Selain prestasi tim HMD Pertanian, UNDIP meraih Terbaik 2 kategori Perguruan Tinggi dengan Keberlanjutan Program Terbaik.

Penghargaan individu juga diraih Dr. Tutik Dalmiyatun, S.Pt., M.Sc., dosen pendamping tim HMD Pertanian UNDIP, yang memperoleh Terbaik 2 kategori Dosen Pendamping dengan Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Di bidang kreativitas visual, tim PPK Ormawa BEM FEB UNDIP meraih Terbaik 2 kategori Poster Paling Menarik Secara Visual. Tim PPK Ormawa BEM FISIP UNDIP menyusul dengan Terbaik 3 kategori Poster Paling Kreatif.

Sementara itu, Ormawa FST UNDIP meraih Terbaik 3 kategori Ormawa Paling Inovatif. Tim PPK Ormawa HMPS Administrasi Bisnis UNDIP memperoleh Terbaik 4 kategori Tim dengan Hasil Inovasi Riil dan Strategis.

Rangkaian penghargaan tersebut mencerminkan beragam aspek yang dinilai, mulai dari kesinambungan program dan inovasi hingga kemampuan menyampaikan gagasan secara kreatif.

Baca juga:  Permudah Akses Bantuan dari Dinlutkan dengan Kartu Kusuka

Ketua PIC Tim Abdidaya Ormawa UNDIP, Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM., menyampaikan kebanggaannya atas perjuangan para mahasiswa yang telah membawa nama universitas di tingkat nasional.

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh delegasi serta dukungan berbagai pihak yang membantu program berjalan hingga tahap kompetisi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada para tim yang berjuang dengan sangat luar biasa dalam tim PPK Ormawa dan Abdidaya Ormawa. Kalian semua luar biasa untuk membawa nama UNDIP tercinta,” tuturnya.

Daud juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada kontingen UNDIP selama mengikuti rangkaian Abdidaya Ormawa 2026.

Delegasi UNDIP di ajang Abdidaya Ormawa 2026 saat dilepas Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si pada 19 Oktober 2026. FOTO:IST/KOMBLIK UNDIP

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Direktur Pembinaan Prestasi dan Bisnis Mahasiswa UNDIP, Dr. Nuswantoro Dwiwarno, S.H., M.H. Ia bersyukur lima tim yang dikirimkan mampu menembus ajang Abdidaya Ormawa dan membawa pulang tujuh penghargaan.

Menurut Nuswantoro, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa yang didukung pendampingan dosen serta komitmen pimpinan universitas sejak tahap persiapan hingga malam pengumuman pemenang.

“Alhamdulillah, ada tujuh medali yang kita bawa pulang. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa atas jerih payahnya, kepada dosen pendamping atas waktu yang sudah diinvestasikan, serta kepada pimpinan yang memberikan dukungan dari proses awal sampai malam terakhir,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan tahun ini menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa UNDIP untuk menghasilkan program yang lebih baik pada Abdidaya Ormawa 2027.

Lebih dari sekadar deretan penghargaan, capaian di Makassar tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan inovasi mahasiswa tidak hanya diukur dari gagasan yang dipresentasikan, tetapi juga dari manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat.

Melalui program pertanian cerdas, penguatan usaha lokal, pengembangan kopi, hingga inovasi bahan alternatif, mahasiswa UNDIP menunjukkan bahwa kampus dapat mengambil peran nyata dalam mendorong perubahan di tingkat desa dan kelurahan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program-program tersebut terus berkembang setelah kompetisi berakhir. Sebab, keberhasilan pemberdayaan masyarakat pada akhirnya ditentukan oleh sejauh mana inovasi mampu bertahan, dimanfaatkan, dan memberikan dampak bagi kehidupan warga. (kmp/muz)



TERKINI

Rekomendasi

...