JATENGPOS.CO.ID SEMARANG — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mematangkan persiapan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan menjangkau 2.000 calon lokasi di seluruh Indonesia pada tahun 2027 mendatang.
Guna memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran, KKP menggembleng ribuan tenaga pendamping di lapangan.Pembekalan teknis yang berlangsung serentak di 37 provinsi ini melibatkan sekitar 3.500 tenaga penilai dan fasilitator.
Khusus untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kegiatan pelatihan dipusatkan di Grand Setos Semarang pada 26–30 Oktober 2026.Langkah strategis ini berada di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ir Sakti Wahyu Trenggono MM IPU, serta melibatkan jajaran penting seperti Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs Lotharia Latif SH MHum dan Ketua Satgas Tenaga Ahli Menteri Bidang Perlindungan Nelayan, Mohamad
Abdi.Anggota Satgas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP 2027, Hedhi Sugrito Kuncoro, menjelaskan bahwa pembekalan ini krusial untuk menyamakan persepsi para mitra pembangunan.
Mereka dibekali instrumen khusus agar mampu memverifikasi kondisi riil di lapangan, mulai dari kesiapan masyarakat, ketersediaan lahan, infrastruktur dasar, hingga potensi ekonomi perikanan lokal.
“Harapan kami, para mitra dapat membantu Satgas KKP memastikan calon lokasi yang dinilai memang layak untuk direncanakan pembangunannya. Output dari tahap ini adalah dokumen perencanaan sebelum masuk ke tahap pembangunan,” ujar Hedhi yang juga menjabat sebagai Pengawas Perikanan Ahli Madya pada Direktorat Penanganan Pelanggaran KKP, saat mendampingi peserta di Semarang.
Melalui keterlibatan para mitra pembangunan sebagai garda terdepan dalam validasi data ini, pemerintah optimistis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 2.000 titik tersebut nantinya benar-benar berorientasi pada kebutuhan nyata dan kesiapan para nelayan di berbagai daerah.(sgt)








