26 C
Semarang
Kamis, 16 April 2026

Ganjar Minta Kepala Daerah Rukun dengan Wakilnya




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh kepala daerah yang baru dilantiknya secara daring dan luring agar rukun dengan wakilnya dan memahami posisi masing-masing.

“Itu (kerukunan) butuh komunikasi, butuh keterbukaan dan butuh pemahaman tentang konstitusi dan undang-undang. Semua harus tahu perannya masing-masing, maka gak ada serobot-serobotan antara kepala daerah dan wakilnya. Nantinya kan keputusan tertinggi ada di kepala daerah,” katanya di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Ganjar kepada para awak media terkait dengan adanya kisruh antara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi akhir-akhir ini.

Ganjar mengharapkan kepala daerah yang baru saja dilantiknya itu bisa saling mendukung dan bekerja sama dalam memajukan daerahnya masing-masing.


Baca juga:  Ketahanan Ideologi Bangsa Perlu Terus Diperkuat di Tengah Tantangan Zaman

Menurut dia, jika memang di antara kepala daerah ada agenda konstestasi politik, maka hal itu diselesaikan lima tahunan artinya, antara kepala daerah dan wakilnya boleh saling melawan, tapi saat kontestasi berlangsung.

“Kalau ada agenda kontestasi lebih baik selesaikan lima tahunan. Dilawan saja boleh, tapi lima tahunan. Jangan di tengah tahunan, nanti yang rugi rakyat,” ujarnya.

Masing-masing kepala daerah, lanjut Ganjar, diminta memiliki pemahaman dan kebesaran jiwa atau mengistilahkan semua kepala daerah harus “jembar dadane dhawa ususe”.

“Jadi mesti sabar, dikritik ya saya tahu perannya apa. ‘Mesti ono ngempete’ (ada menahan diri) juga. Jangan sama-sama merasa sama, saling bersaing dan hebat-hebatan,” katanya.

Baca juga:  Ngaku Tidak Diundang Kampanye Akbar, Jokowi Sarapan Bersama Ahmad Luthfi - Taj Yasin di Soto Triwindu

Sebagai informasi, hubungan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dengan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi dikabarkan tidak harmonis.

Wakil Wali Kota Tegal bahkan dikabarkan tidak pernah masuk ke kantor selama beberapa hari dengan alasan sopir serta ajudan pribadinya ditarik dari rumah dinasnya. (fid/ant)




TERKINI




Rekomendasi

...

Banjir di Sukoharjo Mulai Surut, Ribuan Warga...

Pilkada Warga NU Jadi Rebutan

Bantuan Pipa Air Bersih BNPB Tiba di...

Program JKN Bantu Pengobatan Stroke Sutriah

32 Pamen Polda Jateng Ikuti Serah Terima...