Ada Laporan Jalan Rusak, Ganjar Gercep Sidak Ruas Banjarnegara-Pekalongan

SIDAK PERBAIKAN JALAN: Gubernur Ganjar Pranowo sidak Jalan Ruas Banjarnegara-Pekalongan, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara meski lokasi sedang turun hujan. FOTO:HMS/MUIZ/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, BANJARNEGARA– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan gerakan cepat (gercep) menanggapi laporan kerusakan di Jalan Ruas Banjarnegara-Pekalongan, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara.

Gubernur melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (19/1/2022) petang meski di lokasi sedang turun hujan deras. Dalam kegiatan itu Ganjar meminta penanggungjawab pengerjakan jalan tak bertindak lalai, agar tak membuat masyarakat celaka di musim hujan karena jalan rusak.

Sidak yang dilakukan Ganjar bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Ganjar menerima laporan dari anggota DPRD Banjarnegara tentang kerusakan di jalan tersebut.

“Kemarin kan ada dari DPRD Banjarnegara menyampaikan begini, tengah malam itu langsung saya telpon. Sampaikan saja kita punya aplikasi jalan cantik, ‘wah kita nggak tahu pak’ nah sekarang saya kasih tahu,” kata Ganjar, ditemui di lokasi jalan yang dilaporkan.

Sebenarnya, laporan kerusakan jalan itu sudah ditangani kurang dari 24 jam. Ganjar bahkan mengirimkan foto pengerjaan kepada yang bersangkutan.

“Tidak sampai 24 jam, teman-teman sudah menyelesaikan. Terus gambarnya saya kirim, ‘oh terima kasih pak warga terima kasih’,” kata Ganjar menceritakan.

Ganjar tak berpuas hati. Dia langsung sidak ke lokasi jalan tersebut usai rangkaian roadshow-nya di Kabupaten Banjarnegara. Kontur tanah dan beban dari kendaraan yang melintas, menjadi perhatian Ganjar.

“Nah dengn kondisi cuaca seperti ini, terus kemudian kendaraan yang lewat di atasnya, belum termasuk potensi bencana, maka ada potensi-potensi kerusakan,” ujarnya.

Untuk itu, gubernur meminta seluruh jajaran penanggungjawab bidang jalan, agar lebih perhatian. Patroli di musim hujan seperti saat ini wajib dilakukan.

“Sehingga sebelum rakyat lapor kita udah tahu. Kalau bisa dikerjakan dengan sifatnya darurat, kerjakan darurat. Dalam kondisi seperti ini jangan sampai rakyat celaka karena jalannya berlubang,” bebernya.

Apalagi, imbuh Ganjar, pada Tahun Anggaran 2022 belum ada proyek pekerjaan yang akan dikerjakan. Sehingga anggaran bisa difokuskan untuk pemeliharaan.

“Kalau itu nggak bisa dan butuh waktu, kasih tanda bahwa jalan ini lagi bermasalah, kita baru akan perbaiki dan nanti kemudian kita bisa menindaklanjuti dan memang kebetulan ini belum ada pekerjaan yang berjalan untuk tahun anggaran 2022. Maka kita akan pemeliharaan terus,” ujarnya.

Ganjar juga mengimbau dengan tegas pada penanggungjawab wilayah jalan yang kinerjanya tidak maksimal.

“Saya minta seluruh teman-teman yang bertangguung jawab pada ruas jalannya itu, dia mesti melaporkan tiap hari, atau kalau tidak, minggir, ganti, copot biar kemudian layanannya baik,” tandasnya. (muz)