JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sinergi yang konkret perlu dilakukan untuk memastikan program link and match antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan dunia industri berjalan efektif.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan optimalisasi dampak ekonomi daerah.
“Misalnya di Kabupaten Batang yang saat ini sudah ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB),” ungkap Sarif Abdillah.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri menjadi kunci agar tenaga kerja lokal mampu terserap secara maksimal.
“Ini penting sekali agar warga lokal bisa terserap bekerja di kawasan industri,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Menurut Kakung, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting agar kawasan industri baru seperti KITB Batang dapat menyiapkan SDM sejak awal.
“Dengan begitu, pertumbuhan investasi dapat berbanding lurus dengan penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Selain isu ketenagakerjaan, Kakung juga menyoroti aspek fiskal dan dampak ekonomi daerah. Ia menyebut sebagian besar pajak industri masih tersentralisasi di Jakarta, sehingga daerah penghasil belum sepenuhnya merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
Kakung juga mengingatkan bahwa pertumbuhan kawasan industri tanpa perencanaan matang dapat memunculkan persoalan sosial, seperti kemacetan, kerusakan infrastruktur akibat kendaraan bertonase besar.
“Termasuk potensi peningkatan pengangguran dan kemiskinan apabila tidak diantisipasi,” tandasnya. (ADV)






