25 C
Semarang
Kamis, 12 Maret 2026

Jadi Komoditas Unggulan, Sarif ‘Kakung’ Minta Pemerintah Fasilitasi Petani Kopi Raih Kualitas Premium


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong para petani di provinsi ini terus meningkatkan jumlah produksi kopi.

Menurut Sarif, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dengan pasar yang luas. “Saya melihat potensi ini bisa kita tingkatkan, terlebih kopi saat ini terus naik daun,” ungkapnya.

Kakung, sapaan akrab Sarif menyebut, pemerintah provinsi atau daerah yang memiliki prospek yang baik atas kopi, bisa mengajari petani.

“Utamanya bagaimana menjadikan kopi biasa untuk menjadi kualitas premium,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah. Foto : Dok DPRD Jateng

Selama ini, setiap tanggal 11 Maret diperingati sebagai Hari Kopi Nasional, untuk mengapresiasi petani dan budaya kopi tanah air.

“Tujuannya tentu jelas, yaitu menyatukan seluruh elemen dalam industri kopi, mulai dari petani, pengolah, hingga pemilik kedai dalam satu visi besar, yakni untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global,” jelas Kakung.

Baca juga:  Wakil Ketua DPRD Jateng Syarif Abdillah Dorong Perangkat Desa Dibekali Pengetahuan tentang Pekerja Migran

Kakung menambahkan, dalam pertumbuhan ekonomi kreatif, kopi bukan lagi sekadar komoditas, melainkan gaya hidup yang menggerakkan ekonomi mikro melalui ribuan coffee shop yang dikelola anak muda.

“Karena itu, tentu potensi kopi ini harus terus kita jaga dan tentu ditingkatkan. Ini dimulai dari bagaimana meningkatkan produksinya dulu,” terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Apalagi, lanjut Kakung, beberapa waktu lalu, Kamar Dagang Islam Tingkat Dunia (Connect Souq) juga melirik potensi kopi yang ada di Jawa Tengah.

“Ini juga bisa menjadi pasar baru, sehingga produksi kopi kita akan banyak juga yang menembus pasar ekspor,” bebernya.

Pada 2024 lalu, luas areal perkebunan kopi di Jawa Tengah mencapai 47.714,53 hektare dengan produksi 26.507,79 ton. Perkebunan kopi tersebar di 28 Kabupaten/Kota di Jateng dengan dua jenis utama, yakni kopi robusta dan arabika.

Baca juga:  Pemerintah Diminta Siaga Hadapi Situasi Darurat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025

Beberapa kabupaten juga telah ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional, di antaranya Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Semarang, Magelang dan Jepara.

Hal itu menurut Kakung, merupakan peluang bagi petani kopi, untuk meningkatkan produksi. Tidak sekadar produk kopi mentah, namun mengolahnya menjadi minuman yang memiliki nilai jual lebih.

“Bahan baku ada, kualitas baik. Sekarang, bagaimana membranding kopi kita tak hanya dikenal di lokal, tapi sampai internasional,” tegasnya. (adv)



TERKINI

Rekomendasi

...