Aksi Nasionalisme, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Sepikul 

Aksi pembentangan bendera raksasa di gunung Sepikul Bulu Sukoharjo oleh SAR dan gabungan organisasi pemuda. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Satu lagi aksi heroik dikobarkan sejumlah elemen pemuda di Sukoharjo. Sebuah bendera Merah Putih raksasa ukuran 16×12 meter membentang melingkupi puncak Gunung Sepikul yang ada di kecamatan Bulu Sukoharjo, Sabtu (15/8).

Di bawah komando Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  Pemkab Sukoharjo, ada sejumlah elemen organisasi yang terlibat yakni SAR Kabupaten Sukoharjo, Purna Paskibra Indonesia (PPI), grup Marching Band, Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) dan perwakilan Forkompimda Sukoharjo.

“Ini kegiatan spontan, karena tidak ada upacara bendera maka kami kobarkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air dengan cara yang berbeda. Pembentangan bendera raksasa di Gunung Sepikul,” kata Gunawan Wibisono, kepala Kesbangpol Sukoharjo.

Acara dimulai dengan persiapan Tim SAR melakukan pembentangan bendera di puncak gunung. Ada 15 personil SAR dengan peralatan standar untuk mematok bendera.

Lalu dibawah gunung yang ketinggiannya hanya 350 MDPL tersebut sudah siap pasukan dari PPI dan sejumlah masyarakat melakukan penghormatan bendera raksasa milik Muresko.

Adapun di sepanjang jalan kaki gunung Sepikul  dipasang 35 bendera. Juga diperdengarkan lagu kemerdekaan dari marching band Gema Wijaya Nusantara.

“Ada banyak momen yang tidak dilaksanakan pada HUT ke 75 RI karena masa pandemim. Maka ini salah satu bentuk aksi nasionalisme yang kami tanamkan pada generasi muda sukoharjo. Muresko Sukoharjo siap mendukung penuh,” tandas Bimo Wijanarko, Koordinator Muresko.

Wadan SAR Sukoharjo Muchlis, menyatakan seluruh anggot SAR semangat dengan aksi nasionalisme ini. Bahkan meskipun nyaris tanpa persiapan, namun tim SAR sigap melakukan pembentangan bendera.

“Kami pernah latihan disini jadi paham medan nya. Dan kami semangat sekali melakukan aksi ini, Karena bukan hanya aksi kemanusiaan tapi aksi nasionalisme juga kami korbarkan.” Tegas Muchlis. (dea)