Akzonobel Dulux Sulap Kampung Pancuran Menjadi Destinasi Wisata

DESTINASI WISATA : Salah satu sudut Kampung Pancuran tertata indah dengan lukisan dinding mural bertema Pahlawan Nasional asal Salatiga. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.
DESTINASI WISATA : Salah satu sudut Kampung Pancuran tertata indah dengan lukisan dinding mural bertema Pahlawan Nasional asal Salatiga. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Produsen cat merek Dulux, AkzoNobel Decorative Paints Indonesia, mengubah Kampung Pancuran yang terletak di Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, menjadi salah satu destinasi wisata di kota setempat.

            Atas ide dari para tokoh dan warga setempat, Kampung Pancuran yang terletak ditengah Pasar tersebut, kini keberadaanya mampu menarik perhatian wisatawan dengan tatanan ragam gambar dan cat warna-warni menghiasi bangunan dan sudut kampung.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam mempercantik lingkungan setempat karena kami percaya pada kekuatan transformatif warna untuk memperkaya masyarakat dan membuat ruang tempat tinggal lebih berwarna, nyaman dan menyenangkan,” kata Head of Brand and Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Anastasia Tirtabudi di Kota Salatiga, belum lama ini.

Dijelaskan, pengerjaan proyek Kampung Wisata Pancuran ini membutuhkan waktu sekitar delapan bulan dengan melibatkan lebih dari 100 orang warga setempat untuk membuat ruang publik serta dinding-dinding di sepanjang tepi sungai lebih hidup dengan pembuatan mural berwarna-warni.

“Total luas area yang diperkirakan sekitar 10.000 meter persegi telah dicat dengan lebih dari 3.000 liter cat Dulux Weathershield yang merupakan cat dinding eksterior premium dengan kinerja maksimal dengan formula yang telah diperbarui sehingga meningkatkan daya tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh lumut dan jamur hingga dua kali lebih lama dibandingkan cat biasa,” ujarnya.

Kehadiran Kampung Wisata Pancuran bertujuan untuk memupuk rasa kebanggaan dan memiliki di antara penduduk kota yang terdiri dari hampir 200.000 orang.

Budi Sutrisno Ketua RW I Pancuran mengaku senang, kini kampungnya berubah menjadi destinasi wisata lokal di Kota Salatiga.

“Di dalam kampung ini terdapat mural-mural yang menampilkan topik yang berbeda-beda seperti sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Karya lukis dinding (mural) tersebut juga menggambarkan semangat para pahlawan yang berasal dari Kota Salatiga.

Peresmian Kampung Wisata Pancuran ditandai dengan pemukulan “drumblek” yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dinding oleh Head of Brand and Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia Anastasia Tirtabudi dan Wali Kota Salatiga Yulianto. (bis/ucl)