Anggota Fraksi PKB Rangkul Petani Millenial Budidaya Bawang Merah

15
BIMTEK : Anggota komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah saat membuka bimtek Peningkatan kapasitas petani di Kusuma Sahid Hotel, Solo. Foto: ARI SUSANTO JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Kabupaten Sragen memiliki potensi pertanian maupun tanaman holtikultura sangat besar. Melihat kondisi itu mengajak para pemuda untuk menjadi petani millenial dengan mengembangkan tanaman agrobisnis secara berkelanjutan.

Salah satunya yang dibudidayakan tanaman bawang merah. Seperti yang telah dibudidayakan para petani muda di empat kecamatan di Sragen, di antaranya Sukodono, Kalijambe, Sambirejo dan Sumberlawang.

“Tentunya petani dengan semangat millenial yang ramah lingkungan menggunakan pupuk nabati atau organik,” papar Luluk Nur Hamidah anggota Komisi IV DPR RI di sela acara bimbingan teknis (bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani/ Pelaku usaha Hortikultura di Kusuma Sahid Hotel, Solo, Selasa (12/10).

Dikatakan Luluk yang juga anggota Fraksi PKB DPR RI ini, pengembangan budi daya bawang merah ini dari hulu hingga hilir untuk menghasilkan produksi yang maksimal dari mulai tanam hingga pasca panen. Budidaya bawang merah ini dengan merangkul para petani muda millenial dengan semangat agrobisnis yang ramah lingkungan.

Para petani millenial ini diberikan arahan maupun inovasi mulai dari pembibitan, penyemaian, cara tanam maupun selepas panen. Bagaimana para petani bawang merah ini menyimpan hasil panen dengan kualitas tetap terjaga untuk memaksimalkan harga pasar.

“Pertanian agrobisnis bawang merah dengan semangat millenial ditunjang cara tanam dan inovasi baru,” tutur Luluk Nur Hamidah.

Dikatakan Luluk, potensi pertanian agrobisnis sangat besar. Sehingga dengan hak petani yang ada harus ditunjang serta difasilitasi. Fasilitas ini seperti jaminan pasar maupun harga.

Hanya saja, jaminan itu juga ditunjang dengan hasil produksi yang berkualitas baik mutu maupun jumlahnya. Untuk itu koordinasi dan konsolidasi petani bawang merah terus dilakukan untuk menjaga komoditi hasil produksi maupun jaminan harga.

Dalam bimtek tersebut hadir juga Ditjen Hortikultura Muhammad Agung, guru besar Fakultas Pertanian UNS, Prof.Hadi Wiyono. (ars/bis/rit)