Antisipasi Cuaca Ekstrim, Boyolali Petakan Daerah Rawan Bencana

17
Bupati Boyolali, M. Said Hidayat bersama jajaran Forkopimda mengecek kesiapan alat-alat dalam menghadapi bencana alam di musim penghujan ini, dalam apel siaga bencana, Selasa (26/10/2021). Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar Apel Siaga Bencana, di Alun-alun Kidul Komplek Kantor Terpadu, Selasa (26/10/2021). Pemkab Boyolali telah memetakan daerah rawan bencana di musim pancaroba dan musim penghujan.

Apel kesiapan-siagaan ini sebagai upaya antisipasi Pemkab Boyolali bersama instansi terkait dalam melakukan upaya menghadapi erupsi Gunung Merapi yang saat ini masih dalam status siaga. Juga dalam rangka menghadapi cuaca ekstrim menghadapi datangnya musim penghujan.

“Kebencanaan Gunung Merapi masih harus lakukan antisipasi,” kata Bupati Boyolali, M. Said Hidayat kepada para wartawan usai apel siaga bencana.

Menurut Bupati, selain potensi erupsi Gunung Merapi, potensi bencana lain yang kerap terjadi di Boyolali saat cuaca ekstrem juga perlu diwaspadai.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Widodo Munir, menyatakan pihaknya telah melakukan mitigasi bencana mengantisipasi cuaca ekstrim di peralihan musim ini. Sejumlah wilayah dipetakan rawan terjadi bencana seperti angin ribut, tanah longsor dan banjir.

“Kami tetap mengantisipasi bencana alam selama peralihan musim, seperti angin puting beliung atau lesus, tanah longsor maupun banjir,” ujar Widodo Munir.

Merujuk perkiraan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bulan Oktober ini mulai masuk musim penghujan. Namun demikian, ada beberapa daerah yang terlewati atau belum menerima curah hujan.

BPBD Boyolali mengantisipasi potensi bencana alam yang mungkin terjadi di musim pancaroba ini maupun di musim penghujan. Antara lain, bencana angin puting beliung atau lesus, tanah longsor dan banjir. Sejumlah tempat di pasang alat early warning system (EWS) untuk antisipasi jika terjadi bencana.

Beberapa hari lalu, bencana angin ribut melanda wilayah Boyolali Utara, yaitu di Desa Juwangi, Kecamatan Juwangi. Satu rumah warga roboh dan beberapa lainnya mengalami kerusakan pada atap gentengnya berhamburan.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk hati-hati dan waspada mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di peralihan musim, dari musim kemarau ke musim penghujan ini. Jika terjadi bencana, diimbau untuk segera melapor.

“Kami menyiagakan armada truk, mobil ranger, gergaji sampai tenda darurat. Intinya TRC siap sjaga selama 24 jam,” tegasnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, menambahkan pemetaan daerah rawan bencana alam telah dilakukan. Mengingat saat ini mulai memasuki musim pancaroba.

“(Daerah rawan bencana) Sudah kami petakan. Semua kecamatan rawan terkena angin lesus (puting beliung). Sedangkan untuk Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Tamansari memang rawan tanah longsor. Sedangakan banjir biasanya menimpa Kecamatan Juwangi, Ngemplak, Kemusu dan Sambi,” imbuh dia.

Sementara itu Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, mengatakan pihaknya telah menyiagakan sedikit 30 personil untuk membantu penanganan bencana di Boyolali.

Hal senada juga diungkapkan Dandim 0724/Boyolali Letkol. Arm Ronald F Siwabessy. Dikatakan, prajurit di Kodim 0724/Boyolali siap diterjunkan untuk membantu penanganan bencana. (aji)