Apes, Tenaga Harlep Jatuh dari Pohon Durian di Rumdin Bupati

Supardi masih belum sembuh dari sakitnya setelah terjatuh dari pohon durian yang tumbuh di pekarangan rumah dinas Bupati Wonogiri. FOTO : BAGUS SARENGAT/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Jika musim durian menjadi berkah bagi sebagian orang. Tidak demikian halnya dengan Supardi alias Pardi (44) warga Semin RT 02 RW 02 Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri Kota.

Ayah dua anak ini mendapatkan musibah terjatuh dari pohon durian yang tumbuh di pekarangan rumah dinas Bupati Wonogiri.

Akibat musibah itu kaki kanan Supardi mengalami patah tulang dan tulang lunak engkel kakinya terlepas. “Saya terjatuh dari pohon durian yang ada di belakang pendopo kabupaten,” tutur Supardi, Senin (14/11) di rumahnya.

Supardi menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar dua bulan silam. Tepatnya Senin, 9 Oktober , sekira pukul 10.00 WIB.

Ceritanya, saat itu pohon durian di halaman belakang pendopo Kabupaten sedang berbuah.  Saat itu, teman sekerjaan, bernama Panggung, sedang mengikat durian di pohon tersebut. Posisi Panggung berada di bagian atas.

Kemudian Supardi menyusul memanjat pohon durian itu. Dia hendak mengikat buah durian yang mulai besar. Harapanya agar tua dan masak di pohon.

Namun naas menimpanya. Ketika memegangi salah satu ranting, ternyata rantingnya itu patah. “Saya waktu itu mau naik lagi, tapi rantingnya patah. Saya jatuh,” kata Supardi.

Jatuhnya Supardi pada posisi berdiri dan di taman rerumputan. Namun kakinya tak mampu menahan badannya sehingga mengakibatkan kakinya terluka parah.

Supardi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan operasi tulang. Pada Jumat (14/10) pulang. Sejak saat itu dilakukan rawat jalan. Sampai sekarang kondisinya mulai membaik. Namun belum bisa berjalan normal.

Supardi setiap hari tinggal di rumah. Ketika berjalan, dia harus menggunakan tongkat penyangga (krek).

Supardi menceritakan, dia bekerja di rumah dinas Bupati sejak tahun 2001 sebagai tenaga harian lepas. Di bawah kendali Bagian Umum Setda Pemda Wonogiri.

Kabag Umum Sularso menyatakan, bahwa kondisi sedang dalam proses penyembuhan. “Mas Pardi (Supardi ‘red) dia bukan tenaga kontrak dan bukan honorer. Dia bagian pekerja pertukangan kalau pas ada garapan. Sekarang proses penyembuhan,” kata Sularso. (bgs/saf)