24 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Permudah Belajar Hak, Kewajiban dan Tanggung jawab dengan STAD

Pembahasan tentang hak, kewajiban dan tanggung jawab pada siswa sekolah dasar  mempunyai tujuan agar siswa dapat tumbuh menjadi warga negara yang baik (good citizen). PPKn diajarkan pada jenjang sekolah dasar saat usia 7-12 tahun di mana merupakan fase berkembangan “operasional konkret”. Menurut Rusadi (2014: 18) Tahap operasional konkret menjadi karakter anak pada jenjang sekolah dasar. Di mana aktivitas mental yang difokuskan pada obyek dan peristiwa yang nyata. Salah satu materi PPKn yang dipelajari Pada kelas V adalah hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini dijabarkan pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2 Menjelaskan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor yang dapat dijadikan penentu keberhasilan dalam proses belajar mengajar adalah hasil capaian belajar. Kegiatan pembelajaran PPKn di SDN 06 PETARUKAN Kabupaten Pemalang pada KD 3.2 tentang hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari. Kenyamanan dalam belajar merupakan hal penting dalam aktivitas pembelajaran. Di sini peran guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, kondusif, tidak membosankan, menyenangkan, dan semenarik mungkin agar siswa merasa nyaman belajar di dalam kelas. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran bisa terlaksana dengan baik sehingga siswa bisa mencapai ketuntasan dalam belajar.

Baca juga:  Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Melalui Metode TTS ( teka-teki silang ) pada Materi Dinamika Penduduk Benua Asia

Model pembelajaran STAD dalam aktivitas pembelajaran berguna untuk melatih interaksi siswa atau hubungan sosial baik dalam anggota kelompok maupun kelompok berbeda. Tanggung jawab setiap kelompok haruslah saling berbagi dalam penguasaan materi yang telah di diskusikan Bersama. Bentuk kerjasama dalam model STAD menjadi cikal bakal  pembentukan tim belajar siswa. Dengan model pembelajaran ini di harapkan dapat melatih siswa melakukan hubungan sosial tanpa membedakan kesetaraan akademik, gender, suku maupun agama dan hasil belajar siswa bisa meningkat serta bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Sintak  pembelajaran pada model pembelajaran tipe Student Team-Achievement Devisions (STAD) yaitu : Pertama, Mengamati : guru membentuk kelompok kelompok yang beranggotakan 5 orang. selanjutnya siswa duduk mengelompok sesuai nomor yang sama. Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk membaca lembar kerja yang berisi pertanyaan tentang hak, kewajiban, sebagai warga dalam kehidupan sehari hari. Kedua, Menanya: Peserta didik diminta untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk menjawab pertanyaan dari soal yang telah diberikan oleh guru yang berhubungan dengan materi ketiga, Mengumpulkan Informasi: Peserta didik secara berkelompok dibimbing oleh guru untuk dapat mengumpulkan informasi/data dari buku siswa atau hand out agar mempermudah dalam menjawab pertanyaan tersebut, dan guru bertugas memandunya. Mengasosiasi: peserta didik menyimpulkan hasil jawaban dari setiap kelompok berdasarkan hasl presentasi yang telah dilaksanakan.

Baca juga:  Tingkatkan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran dengan Kesepakatan Kelas

Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari ketuntasan belajar dengan  persentase ketuntasan siswa kelas Vdi SDN Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan  meningkat menjadi 81,81%. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa penggunaan metode STAD dalam pembelajaran PPKn mampu meningkatkan pemahaman siswa pada KD.3.2 dan 4.2  dengan materi hak, kewajiban,dan tanggung jawab sebagai warga dalam kehidupan sehari hari.

 

ATIK MURIFAH,S.pd .SD.

SDN 06 PETARUKAN

Kebonsari Petarukan


TERKINI

Rekomendasi

...