Proses peningkatan pembelajaran di sekolah ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan berbahasa lisan maupun tertulis. Bahasa memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual,sosial,emosional peserta didik dan merupakan konsep dasar dalam menunjang keberhasilan di berbagai bidang. Pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan dapat membantu mengenal diri sendiri ,lingkungan,sosial budaya serta dapat membantu dalam mengemukakan gagasan, perasaan, dalam berpartisipasi di lingkungan masyarakat. Proses pembelajaran Bahasa Indonesia dianggap mudah dipelajari dikarenakan bahasa yang digunakan setiap hari untuk berkomunikasi baik di lingkungan keluarga maupun dilingkungan sekolah, akan tetapi dalam materi tertentu siswa belum dapat mempelajari dengan baik. Kenyataannya di kelas 1 SDN 3 Karangsambung,Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2022/2023.Hasil pelajaran Bahasa Indonesia tentang mengenali dan membaca huruf, suku kata dan kata masih sangat rendah.Hal ini terbukti dari 31 siswa, nilai yang sudah tuntas hanya 15 siswa atau 50%.
Nilai rata – rata kelas masih sangat rendah yaitu 60,35.Dari kondisi tersebut penulis menyadari bahwa selama ini penulis masih menggunakan media pembelajaran yang sangat terbatas sehingga dilihat dari hasil belajar siswa masih sangat rendah. Penulis perlu melakukan perubahan dalam memilih media pembelajaran yang tepat dan berorientasi pada siswa supaya siswa menemukan informasi sendiri, menghubungkan topik materi dengan kehidupan sehari – hari dan dapat berinteraksi timbal balik antara siswa dan guru.
Hal ini penulis memilih media yang dapat merubah mainsheet siswa supaya ketertarikan proses pembelajaran yang menarik dan bervariasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah ”Make A Match” Model pembeljaran “ Make A Match adalah salah satu model Make A Match mencari pasangan yang terkandung di dalamnya bisa memberi kesempatan kepada siswa untuk saling membagi ide – ide, pertimbangan jawaban yang paling tepat dan adanya kompetisi dan persaingan dalam proses pembelajaran.Model pembelajaran ini juga lebih menekankan kerjasama anta siswa dalam mempelajari suatu materi dengan suasana menyenangkan sehingga dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan hasil belajar.
Guru hanya berperan sebagai fasilitator dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.Komalasari (2010:85) menyatakan bahwa Make A Match merpakan model pembelajaran yang mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan atau pasangan dari suatu konsep melalui suatu permainan kartu pasangan dalam batas waktu yang ditentukan.Adapun langkah –langkah pembelajaran model Make A Match yang dikembangkan Lorna Currant adalah sebagai berikut : a. guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang mungkin cocok untuk sesi review. b. setiap peserta didik mendapatkan sebuah kartu.c. Setiap siswa memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.d. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya.e. Setiap siswa dapat mencocokan kartunya sebelum batas waktunya diberi poin.f. Setelah satu babak,kartu dikocok lagi agar siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. g. kesimpulan.
Dari pengalaman diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Make A Match dapat berpengaruh efektif atau dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tertentu. Berbeda dengan kondisi yang penulis lakukan disini pada pelajaran Bahasa Indonesia pada materi mengenali dan membaca huruf, suku kata dan kata.
Oleh : Sri Yunaningsih,S.Pd.SD.
SDN 3 KARANGSAMBUNG
Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen








