Kopi Gangsal Kudus Tingkatkan Daya Saing dengan Teknologi dan Digital Marketing


JATENGPOS.CO.ID,  KUDUS — Upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran. Salah satunya dilakukan pada UMKM Kopi Gangsal yang berada di Desa Menawan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan mengintegrasikan teknologi produksi, pengelolaan keuangan, serta pemasaran digital dengan judul “Penguatan UMKM Kopi Gangsal Kabupaten Kudus melalui inovasi teknologi produksi dan digitalisasi pemasaran untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing usaha”.  Program ini melibatkan tim dari Universitas Muria Kudus (UMK) yang terdiri atas Noor Latifah, Akhmad Zidni Hudaya, dan Fajar Nugraha.

Sebelum program dilaksanakan, Kopi Gangsal masih menghadapi sejumlah kendala dalam menjalankan kegiatan produksinya. Proses pengolahan kopi masih menggunakan peralatan manual secara tradisional dan pada kondisi tertentu harus menyewa mesin produksi milik kelompok usaha lain. Di sisi lain, pencatatan keuangan usaha masih dilakukan secara sederhana, sementara pemanfaatan marketplace dan media digital untuk pemasaran belum optimal. Kondisi tersebut mendorong tim pelaksana untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pemberian peralatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan pengelola usaha agar mampu memanfaatkannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu teknologi yang diterapkan adalah mesin roasting dengan kontrol suhu. Mesin tersebut digunakan untuk membantu proses sangrai biji kopi agar tingkat kematangannya lebih terkontrol. Selain itu, mitra juga mendapatkan mesin grinder untuk menghasilkan bubuk kopi dengan tingkat kehalusan yang lebih seragam. Pemanfaatan mesin tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kualitas dan konsistensi produk Kopi Gangsal.

Baca juga:  Membuat Video Pembelajaran melalui Workshop

“Teknologi produksi menjadi salah satu bagian penting karena peningkatan kapasitas harus diikuti dengan kemampuan menjaga kualitas produk,” demikian fokus kegiatan yang dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan kepada mitra.

Tidak berhenti pada aspek produksi, program tersebut juga menyentuh tata kelola keuangan. Pelaku UMKM diberikan pelatihan untuk melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara lebih sistematis dengan pendekatan akuntansi. Dengan pencatatan yang lebih tertib, kondisi keuangan usaha dapat diketahui secara lebih terukur dan menjadi dasar dalam melakukan evaluasi maupun mengambil keputusan pengembangan usaha.

Perubahan juga dilakukan pada sisi pemasaran. Kopi Gangsal mendapatkan pendampingan untuk memanfaatkan marketplace dan media digital sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan penjualan. Tim pengabdian memperkenalkan dan mendampingi mitra dalam penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pemasaran. Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha diarahkan untuk mengelola aktivitas pemasaran secara lebih terstruktur.

Pelatihan digital marketing juga mencakup pembuatan dan pengelolaan akun marketplace, pengunggahan produk, penyusunan informasi produk, serta pemanfaatan media digital untuk kegiatan promosi. Langkah ini memberikan alternatif pemasaran bagi mitra sehingga tidak hanya mengandalkan metode pemasaran konvensional. Program dilaksanakan secara bertahap mulai dari identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, hingga penyusunan rencana keberlanjutan. Pendampingan dilakukan untuk memastikan mitra mampu mengoperasikan mesin produksi, menerapkan pencatatan keuangan, serta mengelola marketplace dan pemasaran digital secara mandiri.

Baca juga:  Iqro Drill Atasi Kesulitan Baca Huruf Hiragana

Setelah melalui proses pelatihan dan pendampingan, dilakukan serah terima mesin roasting kepada UMKM Kopi Gangsal beserta Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pemasaran. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh mitra dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Program pemberdayaan Kopi Gangsal menunjukkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Peningkatan teknologi produksi perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan kemampuan memperluas pasar. Karena itu, program tidak sekadar memberikan bantuan peralatan. Mitra juga dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengoperasikan teknologi, mengelola keuangan, serta memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan pemasaran.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin roasting dengan kontrol suhu dan mesin grinder mendukung proses produksi yang lebih efektif dan menghasilkan kualitas produk yang lebih konsisten. Sementara itu, pelatihan pengelolaan keuangan mendorong pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara lebih sistematis. Di bidang pemasaran, penggunaan aplikasi manajemen pemasaran, marketplace, dan media digital membuka alternatif bagi Kopi Gangsal untuk memperluas jangkauan pasar. Ke depan, keberlanjutan pemanfaatan teknologi, penerapan pencatatan keuangan, dan pengembangan pemasaran digital diharapkan dapat terus mendukung peningkatan produktivitas, kualitas produk, daya saing, serta keberlanjutan UMKM Kopi Gangsal Kabupaten Kudus. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui DRTPM skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2026.


TERKINI

Rekomendasi

...