Asuransi Astra Luncurkan Happyone.id

HAPPYONE.ID- Senior Branch Manager Asuransi Astra Semarang, Paulus C Wijanarko, menunjukkan aplikasi Happyone.id. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
HAPPYONE.ID- Senior Branch Manager Asuransi Astra Semarang, Paulus C Wijanarko, menunjukkan aplikasi Happyone.id. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Asuransi Astra Buana meluncurkan aplikasi online untuk membeli produk asuransi. Aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel pintar bernama Happyone.id itu mengincar segmen generasi milenial.

Senior Branch Manager Asuransi Astra Semarang, Paulus C Wijanarko mengatakan, sejauh ini masyarakat mengenal Astra sebagai asuransi kendaraan bermotor. Namun, seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat pihaknya mulai mengembangkan produk asuransi lainnya melalui saluran digital Happyone.id.

“Dari kanal ini masyarakat bisa memilih sejumlah produk asuransi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu,” ungkapnya pada peluncuran aplikasi Happyone.id di Hotel Pandanaran Semarang, Rabu (19/12/2018).

Keempat produk itu yakni HappyMe yang merupakan asuransi kecelakaan diri. Lalu, HappyEdu yang memberi perlindungan pendidikan anak bila orang tua meninggal karena kecelakaan. Kemudian, HappyHome yang merupakan asuransi rumah dari risiko kebakaran. Dan terakhir asuransi perjalanan bernama HappyTrip. Sejumlah produk tersebut membidik generasi milenial di antaranya, pekerja pemula, keluarga muda, dan pekerja usia produktif.

“Peluncuran saluran digital atau aplikasi ini memang dilakukan untuk beradaptasi dengan tren kebutuhan masyarakat yang makin dinamis. Kami ingin berinovasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.

Selain memudahkan dan cepat, produk-produk yang dijual lewat Happyone.id juga diklaim terjangkau. Pasalnya, nasabah bisa membeli dengan premi mulai dari Rp 399.000/bulan.

Paulus menambahkan, kehadiran produk-produk asuransi melalui aplikasi Happyone.id ini juga sebagai upaya penetrasi pasar di tahun 2019.

“Kami berharap pasar Asuransi Astra bisa tumbuh mencapai 30% di tahun depan. Sebab, masyarakat makin banyak pilihan produk perlindungan,” tandasnya. (aln)