Asyik Isap Putaw, Residivis Digerebek

Kepala BNNK Temanggung AKBP Renny Puspita menunjukan barang bukti saat gelar perkara, kemarin. FOTO : SETYO WUWUH/JPNN

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNKK) Temanggung membekuk RWH warga lingkungan Banyutarung Kelurahan Temanggung II Kecamatan/Kabupaten Temanggung, karena tertangkap basah menggunakan dan mengedarkan sabu-sabu dan ganja, Senin (4/12).

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti dua paket sabu-sabu seberat 1,174 gram yang terdiri dari 0,528 gram dan 0,646 gram dan satu paket ganja seberat 1,353 gram.

“Tersangka tidak bisa mengelak, petugas kami menemukan barang bukti ini saat dilakukan penangkapan,” kata Kepala BNNK Temanggung AKBP Renny Puspita saat gelar perkara, kemarin.

Renny menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait dengan aktivitas yang selama ini dilakukan oleh tersangka. Dari laporan ini kemudian dikembangkan dan dilakukan penyelidikan serta pengintaian terhadap tersangka.

“Saat penangkapan, tersangka dalam keadaan memakai barang di ruang tengah rumahnya, hal ini dibuktikan dari hasil tes urin terhadap tersangka,” terang Renny.

Menurutnya, tersangka ini merupakan residivis dengan kasus narkotika. Tersangka pernah menjalani hukuman selama lima tahun di Lapas Narkotika Magelang.

“Saat itu tersangka menggunakan putaw, kini tersangka kembali kami tangkap dengan kasus penggunaan dan peredaran narkotika,” terangnya.

Renny menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memberantas peredaran narkotika di wilayah Temanggung, meskipun hanya diberi kewenangan sekali saja melakukan penangkapan terhadap kasus narkotika.

“Dari BNNK Provinsi memang hanya dijatah sekali saja, tapi kami tetap akan berupaya maksimal untuk memberantas narkoba,” tukasnya.

Terkait kasus ini, tersangka dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yakni, Pasal 111 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun, jo Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun, jo pasal 114 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (set/jpnn/muz)