Asyiknya Belajar Trigonometri Dengan Domitri

Palupi Tri Hartanti, S.Pd.

Pandemi Covid-19 telah berakhir, Kemendikbudristek berupaya melakukan perbaikan kualitas dan pemulihan dari krisis pembelajaran dengan mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum Merdeka yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Kurikulum Merdeka merupakan terobosan yang membantu guru mengubah proses belajar menjadi jauh lebih sederhana, merdeka,  relevan, dan menyenangkan. Salah satu karakteristik utama dari kurikulum ini adalah pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

Pembelajaran berbasis projek inilah yang diterapkan oleh penulis saat mengajar di SMK Negeri 5 Semarang kelas X TP 2 semester genap pada materi Trigonometri. Trigonometri merupakan bagian dari matematika yang mempelajari hubungan antara sisi-sisi dan sudut-sudut pada suatu segitiga (Marwanta, 2009:144). Sedangkan menurut Rusgianto M.S (2012:8-9), Trigonometri merupakan relasi atau hubungan dari sinus, cosinus, tangen, cotangen, secan, cosecan yang telah memenuhi prasyarat tertentu. Materi ini baru dikenalkan saat siswa memasuki jenjang sekolah menengah atas.

Di dalam Trigonometri terdapat banyak sekali rumus yang harus dihafal oleh siswa, sehingga membuat siswa merasa materi ini menjadi tidak menyenangkan. Agar lebih menyenangkan penulis mengajak siswa untuk membuat alat peraga Domitri. Domitri berasal dari permainan domino, awal mulanya permainan domino adalah permainan yang memasangkan jumlah angka yang sama dengan kartu pasangannya. Dari sinilah ternyata Trigonometri juga bisa dipasangkan dengan hasil nilai sudut yang sama di berbagai kuadran. Maka dari itu dapat dibuat pengaplikasian Trigonometri di domino sehingga timbulah nama Domitri.

Domitri ini dimaksudkan untuk membuat siswa lebih terampil dalam mengingat nilai perbandingan trigonometri dari suatu sudut istimewa. Dan alat peraga Domitri ini digunakan dalam bentuk permainan seperti aturan permainan domino, sehingga mendatangkan keasyikan dalam belajar, tanpa mengesampingkan tujuan pembelajaran yang dirancang guru.

Langkah awal yang penulis lakukan di kelas X TP 2 SMKN 5 Semarang adalah menyampaikan materi tentang konsep Trigonometri yang dikaitkan dengan hal nyata yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Tahap selanjutnya adalah tahap pembelajaran berbasis projek. Pada tahap inilah pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka berlangsung dengan sebenarnya. Tahap ini siswa membuat alat peraga Domitri dari kertas karton yang dipotong-potong persegi panjang dengan ukuran bebas (menyesuaikan) berjumlah 28 kartu. Bulatan yang biasa ada di kartu domino digantikan dengan sepasang sudut di berbagai kuadran. Tahap terakhir adalah tahap penggunaan alat peraga Domitri dalam bentuk permainan. Aturan permaiannya adalah sebagai berikut: permainan dimainkan maksimum 6 orang dan minimum 2 orang, pemain dilarang melihat contekan yang berisi sudut relasi, hasil nilai sudut yang dipasangkan nilainya harus sama, pemenang ditentukan dari pemain yang kartunya habis terlebih dahulu. Cara bermain adalah sebagai berikut : kocok kartu Domitri, ambil satu kartu sebagai acuan, sisanya dibagikan ke semua pemain sampai kartu habis, pasangkan kartu sesuai dengan hasil nilai sudut.

Setelah penulis menerapkan pembelajaran berbasis projek Domitri, prestasi belajar Trigonometri siswa terus meningkat. Hal ini dikarenakan : siswa mendapatkan pengalaman membuat suatu permainan sendiri sehingga ada rasa bangga dalam diri siswa, motivasi belajar siswa meningkat karena dapat belajar sambil bermain, siswa mendapatkan kesempatan meningkatkan keterampilannya dalam menentukan nilai sudut istimewa, dan siswa mendapatkan kesempatan latihan yang berulang-ulang.

 

Oleh:

Palupi Tri Hartanti, S.Pd.

Guru Matematika SMKN 5 Semarang