Asyiknya Bermain Wayang Hewan Dalam Pembelajaran IPA

Siwi Amanah Kartika Sari, S.Pd

Tujuan pembelajaran IPA salah satunya adalah siswa diharapkan mampu memecahkan masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari – hari, sehingga IPA termasuk dalam salah satu pembelajaran esaq. Pada akhirnya pembelajaran IPA diharapkan dapat dijadikan tempat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Belajar tidak hanya mementingkan hasil saja, tetapi proses dalam belajar juga tidak kalah penting. Keaktifan siswa dalam melakukan kegiatan belajar akan menjadikan kegiatan belajar lebih mengasyikkan.

Dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya mementingkan hasil saja, akan tetapi proses belajar itu sendiri juga tidak kalah penting. Keaktifan siswa ketika kegiatan pembelajaran  akan menjadikan kegiatan  itu menjadi lebih bermakna sehingga tujuan pembelajaran  akan mudah tercapai. Guru juga harus bisa membuat pembelajaran menjadi lebih asyik sehingga aktifitas belajar siswa menjadi lebih meningkat. Karena aktifitas menjadi hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Mengapa aktivitas sangat dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ?. Karena pada dasarnya belajar adalah berbuat untuk mengubah tingkah laku atau melakukan kegiatan. Seperti dijelaskan oleh  Sri Anita (2008:1.12) “Guru tidak hanya mengaktifkan siswa belajar, tetapi guru juga harus berusaha meningkatkan kadar aktivitas belajar tersebut. Begitupun dengan Wina Sanjaya ( 2008 : 179)”Pengalaman belajar harus berorientasi pada aktifitas siswa”.

Dalam kegiatan pembelajaran IPA dibutuhkan  aktivitas belajar, karena akan membawa siswa pada pengalaman belajar yang mengesankan. Pengalaman yang akan didapat siswa akan semakin berkesan jika proses pembelajaran sepenuhnya merupakan hasil dari pengalaman dan penemuannya sendiri dalam  merumuskan suatu konsep, dan  guru hanya terlibat sebagai fasilitator dan moderator dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam kenyataannya di SDN Surjo 01 Kec. Bawang Kab. Batang kurang menunjukkan aktifitas belajar siswa yang mengasyikkan. Oleh karena itu guru mencoba mencari metode dan media yang tepat untuk menumbuhkan aktivitas siswa dalam belajar salah satunya dengan menggunakan media gambar. Media gambar itu sendiri merupakan media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan. Media ini jugalah yang sering digunakan guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Hamdani  (2011 : 248 ) mengatakan Media yang dapat diproyeksikan bisa berupa gambar diam (still pictures) atau bergerak (motion picture).

Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada kelas VI SDN Surjo 01 Kec. Bawang Kab. Batang pada materi ciri khusus hewan membuat guru berinovasi dalam menggunakan media pembelajaran. Sampai pada akhirnya guru menemukan media gambar yang dimodifikasi menjadi wayang. Sedangkan makna wayang sendiri menurut Wikipedia adalah seni pertunjukkan tradisional asli Indonesia yang berasal dan berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali. Wayang memiliki bermacam jenisnya, dalam pembelajaran kali ini guru menggunakan wayang hewan sebagai media. Wayang hewan digunakan dalam kegiatan bercerita di dalam kelas atau tanya jawab materi yang mengulas kembali informasi yang dimiliki anak didik. Seperti cara memainkan wayang pada umumnya, wayang hewan perlu seorang dalang dalam hal ini guru yang berperan sebagai dalang. Guru menceritakan sebuah cerita yang bisa menambah pembendaharaan kata pada anak. Guru juga menerangkan ciri khusus pada hewan dengan menggunakan wayang hewan tersebut. Selain guru anak juga bisa diminta untuk maju secara bergantian menceritakan tentang ciri khusus hewan yang dipilihnya.

Dengan pembelajaran yang disertai bermain seperti ini ternyata membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran IPA dalam mengidentifikasi ciri khusus hewan. Pada dasarnya esensi utama yang diperhatikan adalah sikap siswa untuk proaktif dalam pembelajaran untuk menghasilkan pemahaman pengetahuan yang lebih baik. Setelah menggunakan media wayang hewan pada pembelajaran IPA keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Surjo 01 pada materi ciri khusus hewan mengalami peningkatan. Setiap siswa menjadi sumber belajar bagi teman sebayanya, bila belum paham baru siswa bertanya pada guru. Guru juga dapat berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran di kelas. Siswa pun merasa senang dengan hasil yang didapatkan. Siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, karena materi lebih mudah dipahami, menarik dan mengasyikkan.

 

Oleh:

Siwi Amanah Kartika Sari, S.Pd

Guru SD Negeri Surjo 01

Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang