Beranda Lifestyle Atasi Kenakalan Remaja, DPRD Jateng Dorong Peningkatan Peran Keluarga

Atasi Kenakalan Remaja, DPRD Jateng Dorong Peningkatan Peran Keluarga

413

JATENGPOS.CO.ID, Semarang – Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan peran keluarga dalam mengatasi berbagai kasus kenakalan remaja yang belakangan ini kembali marak terjadi di beberapa daerah.

“Selain kampanye revolusi mental, peran keluarga perlu terus ditingkatkan karena efektif mengantisipasi kenakalan remaja yang melebihi batas kewajaran seperti adanya geng motor,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid di Semarang, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Abdul Hamid saat menjadi salah seorang pembicara pada diskusi terbuka dengan tema “Degradasi Moral dan Kenakalan Remaja”.

Lebih lanjut ia mengakui jika perilaku anak-anak dan remaja saat berada di luar rumah itu sulit dikontrol oleh orang tua.

Oleh karena itu, kata dia, para orang tua diimbau untuk lebih mendekatkan diri dengan anak-anaknya serta melakukan pengawasan ekstra.

“Apalagi sekarang anak paling suka main ‘gadget’ yang di dalamnya terdapat berbagai konten, termasuk konten khusus dewasa dan kekerasan, bisa diakses. Ini yang juga perlu dikontrol orang tua,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Sinung N Rachmadi mengakui jika peran keluarga sangat penting untuk menjaga pola emosional anak.

“Perlu ada pendidikan karakter yang bisa mengolah emosional, bukan hanya intelektual karena kecerdasan intelektual hanya berpengaruh 20 persen saja pada tingkah laku, sisanya yang 80 persen, tergantung dari kecerdasan emosional,” katanya.

Disporapar Jateng bersama pihak terkait terus berupaya mengarahkan remaja untuk selalu berkegiatan positif.

“Kami sudah punya wadahnya, bisa lewat kegiatan, tinggal bagaimana mereka mau ikut disini,” ujarnya.

Pembicara lain, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Esmi Wirassih mengharapkan orang tua tidak terlalu memaksa anak untuk sukses di bidang akademik saja sebab faktanya banyak anak-anak yang nilainya bagus, tapi kelakuannya tidak baik.

“Penting untuk mendorong anak berkelakuan baik. Di sekolah mau membantu guru, suka menolong teman-temannya, itu sudah prestasi. Jadi prestasi itu bukan hanya kalau anak bisa mendapat ranking di sekolah,” katanya. (udi/fid)