Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Atasi Kesulitan Siswa Belajar Matematika dengan Mistar Hitung

Atasi Kesulitan Siswa Belajar Matematika dengan Mistar Hitung

383
Suryani Maharani,S.Pd Guru SMP Negeri 4 Wonogiri Kab.Wonogiri
Suryani Maharani,S.Pd Guru SMP Negeri 4 Wonogiri Kab.Wonogiri

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun kenyataannya matematika dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Hal ini terlihat dari hasil rata- rata perolehan nilai Ujian Nasional Matematika yang masih rendah. Kesulitan belajar matematika dimungkinkan karena matematika berkenaan dengan ide atau gagasan , struktur dan hubungan yang diatur secara logis dan berkaitan dengan konsep yang abstrak.

Konsep yang abstrak sering dipahami secara rancu oleh sebagian besar siswa. Salah satu konsep yang abstrak adalah konsep operasi bilangan bulat negatif.Untuk memudahkan memahami konsep yang abstrak tersebut diperlukan suatu alat pelajaran yang mampu mengubah konsep abstrak menjadi konkrit, salah satunya dengan menggunakan alat pelajaran berupa mistar hitung.

Mistar hitung terdiri dari dua mistar yaitu mistar tetap dan mistar geser yang masing – masing bertuliskan bilangan bulat negatif, nol dan bilangan bulat positif dengan skala yang sama. Mistar hitung sederhana dapat dibuat dengan mudah oleh siswa menggunakan kertas karton atau kertas manila dengan warna berbeda untuk membedakan antara mistar tetap dan mistar geser.

Cara menggunakan mistar hitung untuk menentukan hasil penjumlahan sangat mudah yaitu dengan mensejajarkan bilangan pertama yang akan dioperasikan pada mistar tetap dengan bilangan nol pada mistar geser, dengan cara menggeser mistar geser tersebut. Langkah selanjutnya adalah menentukan hasil operasi hitung yaitu dengan melihat bilangan pada mistar tetap yang sejajar dengan bilangan kedua yang dioperasikan pada mistar geser. Sebagai contoh misalnya untuk menentukan hasil dari 3 + (-5) yaitu dengan cara bilangan pertama 3 pada mistar tetap disejajarkan bilangan 0 (nol) pada mistar geser dengan cara digeser. Kemudian kita lihat bilangan pada mistar tetap yang sejajar dengan bilangan kedua (-5) pada mistar geser yaitu bilangan (-2). Jadi (-2) merupakan hasil dari 3 + (-5). Dengan cara yang sama kita akan dapatkan hasil dari (-3) + 4 = 1, 5 + 3 = 8, dan (-3) + (-2) = (-5).
Untuk menyelesaikan operasi pengurangan bilangan bulat perlu terlebih dulu mengubah bentuk operasi pengurangan ke operasi penjumlahan misalnya operasi bilangan bentuk a – b diubah menjadi bentuk a + (-b). Hal ini karena mengurangkan bilangan bulat sama dengan menjumlahkan dengan lawannya (b lawannya –b). Langkah selanjutnya seperti pada langkah penjumlahan sebelumnya.

Dengan banyak latihan soal menggunakan mistar hitung menjadikan konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif tertanam pada siswa, sehingga siswa mempunyai pemahaman yang benar dengan mudah karena konsep yang abstrak dapat diubah menjadi konsep yang kongkrit. Hal ini selaras dengan pengalaman penulis di SMPN 4 Wonogiri. Hasil belajar siswa kelas VII semester gasal pada operasi hitung bilangan bulat negatif menjadi meningkat tajam dari nilai rata-rata kelas 55 menjadi 90 setelah menggunakan mistar hitung dengan KKM yang telah ditetapkan sebelumnya 70.
Demikian tentang mengatasi kesulitan belajar matematika dengan menggunaan mistar hitung. Kiranya bermanfaat bagi kita semua khususnya para siswa dalam mengatasi kesulitan belajar pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif. Dengan pemahaman konsep yang benar akan memudahkan siswa dalam mempelajari materi selanjutnya yaitu operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan bulat baik positif maupun negatif.

Suryani Maharani,S.Pd
Guru SMP Negeri 4 Wonogiri Kab.Wonogiri

.