Atiqoh Ajak Perempuan Jawa Tengah Cegah Stunting

Atiqoh saat mengikuti senam sehat dalam rangkaian Hari Anti kekerasan di Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (9/12/2018).

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Ketua Dewan Penasihat Organisasi Wanita Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo memberikan perhatian besar kepada munculnya kasus stunting yang terjadi di Jawa Tengah. Kendati tidak memberikan angka secara pasti, Atiqoh berpesan jika prevalensi kasus tersebut terjadi jika ibu hamil tidak memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan.

Hal itu disampaikan Atiqoh di sela Senam Sehat dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-90, dan Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, Minggu (9/12/2018). Dia meminta kepada perempuan agar memperhatikan kesehatannya.

“Mari kita sama-sama mengingatkan jika di sekitar kita ada yang sedang hamil, untuk mencegah terjadinya stunting ibu hamil agar menjaga asupan gizi, baik dalam kehamilan maupun saat anak sudah dilahirkan,” ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Keluarga maupun warga di lingkungan sekitar, imbuhnya, mesti ikut menjaga ibu hamil dan anak yang dilahirkannya. Sehingga dapat meminimalisasi angka kematian ibu dan bayi, sekaligus mencegah stunting (kekerdilan).

“Harapannya, dengan SDM berkualitas, bisa menyongsong Indonesia emas yang hebat. Tapi kalau SDM kurang kompetitif, akan berdampak terhadap Indonesia secara keseluruhan,” tegasnya.

Atiqoh mengatakan, dirinya akan bersama dengan perempuan di Jateng untuk menyosialisasikan Three Ends yang juga menjadi program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan akses ekonomi pada perempuan.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, juga menjadi fokus Atikoh. Mulai dari menyiapkan remaja putri untuk menjadi ibu, dengan memperhatikan kesehatannya, asupan gizi, menyiapkan organ reproduksinya dengan menghindari pernikahan dini.

Setelah menikah, ibu muda juga diharapkan mempersiapkan kehamilan, sehingga saat mengandung dia sudah siap memperhatikan asupan gizi, memeriksakan kesehatannya, dan fokus pada tumbuh kembang anak, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Komunikasi ( Forkom) Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Jawa Tengah Lilik Lukito Wati menambahkan,
kegiatan senam massal tersebut diawali dengan senam Three Ends, untuk menyosialisasikan program tersebut. Senam diikuti oleh ratusan perempuan dari berbagai unsur organisasi.

Beragam kegiatan pun diselenggarakan, antara lain bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, demo membatik, serta pengukuhan pengurus Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Jawa Tengah. Selain itu kegiatan juga dimeriahkan dengan parade seni antara lain pembacaan puisi oleh tokoh organisasi perempuan. drh