Bacok Pelajar Dua Remaja Ditangkap

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana menunjukkan barang bukti clurit dan kedua tersangka pembacokkan. ( foto : dekan/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Jajaran Polres Salatiga meringkus dua tersangka pembacokkan  terhadap  korban Ars (16) warga Ampel, Boyolali saat  terjadi tawuran di Jalan Lingkar Selatan ( JLS) beberapa waktu lalu.

Dua tersangka yang ditangkap tersebut yaitu Adm (21) dan  Cos (20) keduanya warga kampung Tambaksari, Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Dalam gelar perkara yang digelar Polres Salatiga, Jumat (18/11), disebutkan peristiwa bermula saat Ars bersama dua rekannya yaitu  Yog dan  Elk berencana melihat tawuran di Jalan Lingkar Selatan ( JLS) Salatiga.

Mereka berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Beat. Kemudian berhenti di pinggir jalan dekat Polsek Ampel untuk menunggu rombongan Tama yang memberi informasi adanya tawuran. Setelah bertemu, mereka bersama-sama menuju JLS.

Sesampai di Salatiga, mereka berhenti di Warak untuk menunggu musuh. Karena korban berboncengan tiga, maka tertinggal dengan rombongan yang lain dan berada paling belakang.

 Korban dan temannya, kemudian dikejar-kejar oleh empat orang yang masing-masing berboncengan sepeda motor Beat dan Scopy.

Pelaku Cos yang memboncengkan Adm yang membawa clurit terus mengejar korban dan dua rekannya. Setelah bisa terkejar, Adm mengayunkan clurit ke punggung Ars.

Belum puas, Cos dan Adm masih terus mengejar Ars yang berada di boncengan paling belakang.

 Adm kembali menyabetkan clurit berkali-kali hingga mengenai tangan kanan, kemudian pergelangan tangan kanan dan siku kanan. Korban dan kedua rekannya berusaha melolosokan diri, hingga akhirnya ketika sampai di perempatan Pasar Sapi, salah seorang teman pelaku mencegah Adm untuk tidak membacok lagi.

Korban yang menderita luka parah akhirnya berhenti di Jalan Ahmad Yani dan ditolong warga untuk kemudian dilarikan ke RSU Salatiga.

Petugas dari Polres Salatiga yang menerima laporan kejadian ini langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Tak membutuhkan waktu lama, petugas berhasil meringkus dua pelaku penganiyaan yaitu Adm yang bertugas sebagai pelaku pembacokkan dan Cos pelaku turut serta.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu sebilah clurit, sebuah sepeda motor Honda Beat, sebuah jaket dan sebuah helm.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana SH,SIK, M,Si didampingi Kasatreskrim Dr. AKP Nanung Nugroho ST,MH menjelaskan,tersangka dijerat dengan pasal 76 C UU RI No.35 tahun 2014  tentang perubahan  atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 80 UU RI no.35  tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

 “ Untuk sementara kedua tersangka kami tahan di Polres Salatiga untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Salatiga. (deb)