Beranda Jateng Pantura Barat Bahas Pengelolaan Sampah Kota Batik

Bahas Pengelolaan Sampah Kota Batik

129
KELOLA SAMPAH – Walikota Pekalongan HM Saelany menyampaikan tentang Gerakan Pilah Sampah Era Milenial.
KELOLA SAMPAH – Walikota Pekalongan HM Saelany menyampaikan tentang Gerakan Pilah Sampah Era Milenial.

JATENGPOS.CO.ID, PEKALONGAN – Permasalahan lingkungan menjadi sorotan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat dan komunitaskomunitas di Kota Pekalongan.

“Saya pesan pada Rektor Unikal, agar mahasiswanya bisa bantu masyarakat untuk mengelola sungai dengan ide-ide kreatif mahasiswa. Saran dan pendapat mereka kita terima,” kata Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE dalam diskusi Gerakan Pilah Sampah Era Milenial yang digelar di Universitas Pekalongan, Senin (18/11).

Pada Gerakan Pilah Sampah ini, ada perusahaan yang bergabung dengan aplikasi pembelian sampah. Ini luar biasa, karena sampah tak sekadar sampah. Tapi, sampah bisa berharga.

“Permasalahan sampah ini harus segera ditangani, adanya usulan Kota Pekalongan menjadi laboratorium batik dunia harus ditindaklanjuti dengan penanganan sungai dan sampah,” tutur H Saelany. Ketua Komunitas Kali Loji (KPKL), Titik Nuraeni menyampaikan, pihaknya ingin memberi solusi penanganan sampah melalui teknologi.

“Saat ini era milenial semua pegang gadget. Kita ingin edukasi sampai ke rumahrumah. Sampah jika dipilah bisa menjadi alat tukar. Ini bisa dilakukan melalui aplikasi Mountrash yang dapat diunduh di playstore. Kita sudah bekerja sama dengan Mountrash Avatar Indonesia untuk menangani sampah Pekalongan dan Jateng dengan Gerakan Pilah Sampah membawa Berkah,” tutur Titik.

Setiap orang bisa mendaftar di aplikasi Mountrash dengan email dan nomornya dengan kode referral 25p14ktieo. Aplikasi ini sudah ada rincian pilihan sampah berupa plastik, kertas, metal, organik, kaca, kulit/karet, kain, elektronik.

“Dengan klik pilihan jenis sampah, sampah akan kita ambil, dan transaksinya melalui aplikasi Mountrash. Semua bisa mengakses. Harapannya ada ruang untuk ecobrick. Sampah punya nilai, sampah jadi sahabat dan menguntungkan jika kita mau mengelola,” pungkas Titik. (iwan arifi anto)