Beranda Semarang Bahasa Musik Mempersatukan Umat Beragama

Bahasa Musik Mempersatukan Umat Beragama

11
Sexophonis Romo Aloysius Budi Purnomo. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG  – Bahasa kalbu yang ada di dalam musik, mempunyai arti sangat luas. Musik, tidak saja menjadi media hiburan semata. Tetapi, juga bisa menjadi jembatan penyejuk kedamain hati umat manusia.

Sexephonis dan juga tokoh lintas agama serta budayawan Romo Aloysius Budi Purnomo. Mampu mengembangkan kemampuan bermusiknya sebagai alat komunikasi kedamain umat beragama.

“Melalui musik, saya bisa menyentuh hati banyak orang beragam agama untuk bersama menyerukan kedamain. Karena, musik jika digali dengan baik akan ada semacam bahasa jiwa yang menyejukan hati,”tuturnya.

Tidak sekedar bermain musik untuk kalangan sendiri dalam agama yang dianutnya. Romo Budi, juga mampu berkarya dalam perbedaan umat beragama.

“Kolaborasi dengan banyak tokoh umat beragama melalui musik menjadi komitmen saya untuk bisa bersama tanpa ada perbedaan dan terus menyuarakan kedamain,”tukas, tokoh lintas agama, pehobi musik, menulis dan membaca ini.

Dijelaskan, main musik untuk sarana pemersatu umat bukan sebagai ahli musik. Dari hobi musik tersebut. Kini Romo Budi juga dikenal sebagai salah satu Sexophonis andal yang mampu menelorkan banyak album single dan kolaborasi.

“Kebetulan sexophone, menjadi alat musik yang saya gemari dan saya belajar secara otodidak sewaktu di Sumatera. Tepatnya, pada awal tahun 2020. Berjalan empat tahun, pada tahun 2004 di Semarang saat ada penggalangan dana musibah tsunami. Saya, tampil perdana dan mulai saat itulah dikenal sebagai Romo Sexephone,” terangnya.

Tidak saja mampu menghibur dan menyejukan hati umat dan masyarakat semua segmen. Beberapa karya musik hasil kolaborasi bersama Gus Mus, Sutijo Tedjo, Kyai Budi dan masih banyak lagi adalah salah satu komitmenya untuk terus menyuarakan kedamain antar umat beragama.

“Ternyata musik menjadi simbol keberagaman umat dan agama.Musik, juga menjadi pintu masuk persuadaraan semua lapisan masyarakat,” imbuh, laki-laki sahaja asal Wonogiri Jawa Tengah ini.

Pemilik motto hidup ‘Cukuplah kasih karuniaKU, bagimu sebab dalam kelemahanmu kuasaKU sempurna ‘, Romo Budi punya keyakinan semua umat manusia mempunyai hak dan kewajiban bersama dalam menjalankan hidup yang lebih baik lagi.

Meski telah menyandang tokoh lintas agama dan mempunyai jabatan yang diembanya. Romo Budi, juga tak tabu untuk terus belajar dari siapa saja yang bisa bermanfaat untuk kepentingan umat beragama. (ucl/muz)