Bali Solo Hot Plate Rice & Coffee Sajikan Menu Khas Bikin Kangen

47
Bali Solo Hot Plate Rice & Coffee, resto dengan konsep indoor dan outdoor yang terintegrasi nyaman.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Satu lagi tempat makan di Solo yang cozy, unik dan beda, dengan sajian menu khas kota Solo, western dan dilengkapi aneka kopi. Bali Solo Hot Plate Rice & Coffee, resto dengan konsep indoor dan outdoor yang terintegrasi nyaman, di jalan Apel 3, no.58, Jajar, Laweyan, Surakarta.

“Bali Solo memiliki filosofi ayo kembali pulang ke Solo, kami sajikan menu khas Indonesia, western dan aneka kopi yang khas bikin kangen kembali ke Solo,” kata Suprapto, satu tiga owner Bali Solo.

Bali Solo merupakan proyek bisnis kolaborasi antara tiga pebisnis handal, yakni Suprapto, Benk Mintosih dan Agus Bibied, dengan basic bisnis entertainment, perhotelan, resto dan wisata.

Bali Solo terletak di daerah pemukiman yang terhitung elit, dengan suasana syahdu tenang, dengan memanfaatkan area seluas +/- 300m2.

“Design kami rancang industrial minimalis, penekanan perabotan di kayu & besi serta kaca mobil (bekas) bagian depan yang dimanfaatkan sebagai pembatas antara ruang bagian dalam & teras samping.” Imbuhnya.

Terbagi menjadi 5 area yaitu open kitchen/bar dengan potongan kayu disusun 3 dimensi dibagian dinding luar, ruang makan dalam, teras samping, area belakang & dapur sebagai pendukung utama operasional ini bisa menampung sampai 75 tamu sekaligus.

Bentuk meja & kursi yang berbeda di setiap bagian plus bar stool di open kitchen/bar & sisi timur ruang dalam di harapkan bisa menjadi alternative menarik untuk tamu dalam memilih tempat duduk. Konsep semi outdoor menjadikan Bali Solo menghasilkan sirkulasi udara yang baik & sehat, sangat mendukung penerapan CHSE.

“Konsep cafe tempat nongkrong dengan sasaran komunitas dan anak muda, membuat kami mengajukan menu khas yang enak dan signature.” Imbuhnya.

Menu yang berkonsep “hot plate rice” dengan pilihan utama masakan Indonesia & Asia akan memberikan warna & alternative kepada para tamu yang datang. Pilihan lain seperti pasta, mie hotplate, geprek ingkung, mendoan kingkong dll akan memberikan pilihan yang cukup lengkap.

“Plate presentation yang apik & fancy akan menjadi perhatian utama chef kami. Menu fusion baik Indonesia atau beberapa dari Asia juga akan diperkenalkan.” Ungkapnya.

Sejumlah menu yang ditawarkan antara lain nasi goreng, menu hot plate, sate tiga negeri, mie hotplate, snack khas, ada pasta juga dan kopi Nusantara.

Visi, target tamu & konsep pelayanan
Bali Solo yang memiliki visi “menjadi salah satu resto terkemuka di Solo” setahun setelah buka ini akan membidik komunitas yang ada di Solo sebagai target utama tamu.

Komunitas yang dimaksud bisa berasal dari kelompok masyarakat, profesi, pendidikan, hobby, dll. Agenda rutin setiap bulan yang ditujukan ke komunitas dengan topik yang berbeda diharapkan bisa menarik minat komunitas untuk berkunjung guna memenuhi kebutuhan akan tempat yang cocok untuk acara bersama.

Acara seperti “sharing session with expert” atau “Sunday Afternoon Chat” salah satu program/event yang akan diperkenalkan. Konsep pelayanan akan menjadi salah satu kunci sentral & akan menjadi kekuatan di banding dengan usaha kuliner lainnya.

“Selain makanan maka kopi akan menjadi atraksi menarik para tamu. Kami memperkenalkan 3 jenis kopi yang istimewa. Yakni Kopi Tetangga, Kopi Legend dan Kopi Tamu, jugaTeh special blend dari produk “nastitea” sebagai produk teh utama di Bali Solo.” Imbuhnya.

Untuk mendukung upaya mencerdaskan bangsa, Bali Solo juga bekerjasama dengan English Café, lembaga kursus bahasa Inggris yang memiliki konsep unik & beda dalam konsep pembelajaran dengan penekanan di English speaking & conversation secara “one on one basis’. Selain tempatnya di café/restaurant EC memberikan kebebasan kepada murid untuk datang setiap hari di jam2 yang sudah ditentukan, yaitu antara jam 3 sore sampai jam 7 malam.

“Bali Solo “nyatane ngangeni”, adalah motto kami, berharap bahwa para tamu akan kangen untuk kembali ke resto kami karena suasananya, kualitas pelayanan & produknya,” tandas Suprapto optimis. (Dea)