Beranda Jateng Solo Bangkit dari Pandemi, Mortar Merapi dan Ubond Target Kuasai Market Pulau Jawa

Bangkit dari Pandemi, Mortar Merapi dan Ubond Target Kuasai Market Pulau Jawa

22
CEO PT Citra Luhur Mandiri, Katno Hadi (tengah) memberikan penjelasan terkait produk semen instan Mortar Merapi dan Ubond kepada wartawan.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Mampu bertahan dari badai pandemi Covid-19 yang memukul seluruh pengusaha di hampir semua bidang pada 2020 lalu, PT Citra Luhur Mandiri selaku produsen semen instan merk Mortar Merapi dan Ubond menargetkan ekspansi pasar di seluruh Pulau Jawa tahun ini.

CEO PT Citra Luhur Mandiri, Katno Hadi mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun terberat yang harus dilalui para pengusaha. Karena itu, pihaknya tak heran jika akhirnya banyak perusahaan yang akhirnya gulung tikar diterpa badai pandemi Covid-19.

“Untungnya kami masih bisa bertahan, karena mampu menjaga likuiditas keuangan di perusahaan. Dan tahun ini kami berencana melebarkan pasar dengan membidik provinsi selain Jawa Tengah (Jateng) dan Yogyakarta (DIY) di Pulau Jawa. Seperti DKI Jakarta dan Banten, Jawa Barat serta Jawa Timur,” jelasnya kepada wartawan.

Ia optimistis mampu mengusai pasar di Pulau Jawa, mengingat saat ini kedua produknya, yakni Mortar Merapi dan Ubond sudah menguasai 70 persen marketshare semen instan di Jateng-DIY. Apalagi, tahun 2021 ini perekonomian mulai kembali menggeliat dan proyek pembangunan perlahan sudah kembali berjalan seperti sedia kala.

“Produk semen instan Mortar Merapi dan Ubond yang kami miliki ini menawarkan teknologi dan efisiensi. Sehingga mampu menjawab tantangan teknologi pembangunan di era saat ini. Sebab, orang tidak perlu lagi membeli pasir maupun kapur lagi, karena di produk kami sudah ada kedua bahan baku tersebut dari jenis terbaik. Yakni pasir Gunung Merapi dan kapur dari Pegunungan Selatan,” paparnya.

Ditambahkan, Direktur Marketing PT Citra Luhur Mandiri, Wisnu Yusuf, saat ini pihaknya memiliki kapasitas produksi sebanyak 10.000 sak per hari. Dimana penjualan per harinya mencapai 6.000-8.000 sak per hari. Untuk enam varian dari masing-masing dua brand yang diproduksi. Yakni, lima varian untuk Ubond dan enam varian untuk Mortar Merapi

“Dibandingkan kompetitor harga kami masih sangat efisien. Apalagi bahan baku yang kami pakai yakni pasir Merapi merupakan yang terbaik di Indonesia. Untuk harga mulai Rp70 ribu sampai Rp95 ribu per sak,” jelasnya. (jay/bis)