Beranda Jateng Banjarnegara Bagian Selatan Alami Kekeringan

Banjarnegara Bagian Selatan Alami Kekeringan

166

JATENGPOS.CO.ID, Banjarnegara – Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono, mengatakan sejumlah wilayah di selatan Banjarnegara mengalami kekeringan dan krisis air bersih sebagai dampak musim kemarau.

“Beberapa desa di wilayah selatan, seperti di Kecamatan Susukan dan Kecamatan Mandiraja, masuk ke dalam daftar yang mengalami krisis air bersih,” katanya di Banjarnegara, Rabu.

Bupati mengatakan, krisis air bersih merupakan permasalahan serius yang harus ditanggulangi bersama.

Karena itu dia kembali mengingatkan dan mengajak masyarakat yang ada di wilayah setempat untuk bijaksana dalam penggunaan air bersih.

“Gunakan air secukupnya, selain itu pada masa mendatang mari kita tingkatkan gerakan tanam pohon sebagai upaya mitigasi bencana kekeringan,” katanya.

Bupati menambahkan dirinya terus memantau kondisi kekeringan yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Banjarnegara.

“Saya juga telah meminta BPBD Banjarnegara untuk mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah terdampak guna membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah menginformasikan bahwa sudah 16 desa di wilayah setempat yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

“Jumlah desa yang mengalami kekeringan terus bertambah, pada saat ini jumlahnya ada 16 desa,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman.

Arief menyebutkan, 16 desa tersebut antara lain Desa Kalitengah, Desa Karanganyar, Desa Kaliajir, Desa Merden, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara.

Selain itu, Desa Jalatunda dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja.

Selain itu, Desa Karangjati Kecamatan Susukan, dan Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok.

Selain itu, Desa Kebutuhjurang, Desa Kebutuhduwur, Desa Lebakwangi dan Desa Duren, Kecamatan Pagedongan.

Desa Kebondalem Kecamatan Bawang dan Desa Ampelsari Kecamatan Banjarnegara.

Selain itu, Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan.
Pihaknya memprediksi, jumlah desa tersebut masih bisa bertambah mengingat musim kemarau akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus mendatang.

“Kami terus melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi makin meluasnya kekeringan di wilayah Banjarnegara,” katanya. (fid/ant)