Banjir dan Longsor di Semarang, Dua Korban Meninggal

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Banjir bandang dan tanah longsor, Jumat (6/1) sore melanda Kota Semarang. Banjir bandang terjadi di Kali Babon wilayah Meteseh Semarang hingga menjebol tanggul sungai di wilayah Perumahan Dinar Indah. Akibat tanggul jebol, perumahan di RT 6 RW 26 pada pukul 15.30 WIB terendam hingga 2,5 meter.

Warga terpaksa dievakuasi oleh Tim SAR Brimob dipimpin AKP Eko Bambang, dibantu pengamanan Tim Siaga Bencana Koramil 12 Tembalang dipimpin Danramil Kapten Czi Agus Pujiatno.

Dandim 0733 Kota Semarang Kol Inf Honi Havana MMDS tiba ke lokasi bersama Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dan Plt Walikota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung meninjau lokasi banjir bandang.

Dalam pantauannya di lapangan terdapat 1 korban meninggal atas nama Agus (50) dan seorang lagi yang shock. Kedua korban langsung dibawa ke RSUP KRT Wongsonegoro untuk penanganan jenasah dan perawatan shock.

“Kami bersyukur atas kecepatan laporan masyarakat, bias langsung bertindak. Baik dari Sarda, BPBD, serta SAR Brimob yang langsung turun melakukan evakuasi. Aparat siaga bencana Koramil 12 Tembalang Bersama Bhabinkamtibmas juga berada di lokasi saat banjir membantu evakuasi warga, terutama anak-anak dan perempuan. Memang debit air cukup deras dan genangan mencapai ketinggian 2,5 meter, namun air tidak bertahan lama hingga sekitar 1 jam sudah surut tinggal 20 sentimeter,” ungkap Kol Inf Honi Havana MMDS.

Dari catatan anggotanya, Honi menyampaikan ada 44 rumah yang terendam hingga seisi rumahnya ikut terendam. Adapun yang terkena dampak ada 36 Kepala Keluarga. Semuanya kini sudah dievakuasi ke Masjid Ar Rahman dan sebagian ada yang ke rumah saudaranya. Mengingat rumahnya sudah tak bisa digunakan untuk sementara karena habis tergenang.

Sementara sekitar satu jam kemudian, pada pukul 16.30 WIB di wilayah Pudak Payung Kecamatan Banyumanik terjadi tanah longsor yang menimpa rumah milik Agung, Jl Pendet Selatan Rt 9 RW 11 Kelurahan Pudak Payung.

Pada kejadian ini, Agung (37) ditemukan meninggal dunia di kamarnya tertimbun lumpur.
Kejadian tanah longsor ini juga berhasil ditangani dengan cepat dengan melakukan lokalisir longsoran serta pencarian korban.

Danramil Banyumanik Mayor Inf Susanto membenarkan adanya kejadian tanah longsor di wilayahnya. Tidak lebih dari 15 menit aparat Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas sudah mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan BPBD, SAR serta Forkompimcam.

“Selain mengamankan lokasi kami langsung melakukan pencarian korban. Karena saat kejadian korban tidak ada yang mengetahui posisinya di mana dan dihubungi via telpon tidak menjawab. Setelah kami cari ternyata tertimbun lumpur,” ungkap Mayor Inf Susanto.(akh)