Banjir Genangi Pantura Semarang

Genangan air paling parah di jalan Pantura Kaligawe, Kota Semarang terjadi di bawah kolong flyover jalan tol. Nampak seorang ibu susah payah menuntun sepedanya yang syarat muatan di jalan bawah flyover jalan tol.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (30/11) malam telah mengakibatkan banjir di jalan Pantura Utara, Kaligawe,  Kota Semarang pada Jumat (1/12). Tingginya air bahkan mencapai 40-50 cm.

Berdasarkan pantauan genangan air paling parah di bawah kolong flyover jalan tol. Ketinggian air di jalan mencapai di atas perut orang dewasa.

Akibat banjir tersebut, volume kendaraan menumpuk hingga menimbulkan antrean panjang hingga di wilayah Kecamatan Sayung, Demak. Kemudian, jalur akses utama menuju wilayah Kota juga tergenang air laut cukup dalam.

Beberapa pengendara motor bahkan menuntun sepeda motornya karena tidak bisa berjalan di atas air.

Sementara itu akibat banjir yang mengenangi rel kereta api (KA), perjalanan sejumlah KA tujuan Semarang terganggu.

Juru bicara PT KAI Daops 4 Semarang Edy Koeswoyo di Semarang, Jumat (1/12), mengatakan perjalanan kereta api yang mengalami gangguan itu, di antaranya KA Harina jurusan Bandung-Surabaya, KA Ambarawa Expres, serta sejumlah KA komuter.

Ia menjelaskan air menggenangi rel di jalur yang menghubungkan antara Stasiun Tawang hingga Stasiun Alastuwa.

“Jalur Tawang hingga Alastuwa belum bisa dilewati. Penumpang dilangsir dengan menggunakan KRD,” katanya.

Sementara itu, ketinggian air yang menggenangi rel bervariasi, antara 2,5 cm hingga 13 cm.

Akibat banjir tersebut, kedatangan dan keberangkatan kereta juga terdampak.

Ia mencontohkan KA Ambarawa Expres yang mengalami keterlambatan sekitar dua jam.

“PT KAI meminta maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan tersebut,” katanya.(udi)