Bantu Karantina Masa KLB di Kota Solo Pengusaha Kuliner Ini Serahkan Bantuan Rp 100 Juta dan Makanan

BANTUAN : Penyerahan bantuan dari Puspo Wardoyo Owner Wong Solo pada Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Bos kuliner Wong Solo Puspo Wardoyo, menyerahkan bantuan untuk penanganan wabah Covid19 di kota Solo, uang tunai Rp 100 juta dan nasi boks untuk warga yang menjalani karantina.

Bantuan uang tunai Wong Solo Peduli diserahkan langsung oleh Puspo Wardoyo pada Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, di Balaikota Solo, Jumat (17/4/2020).

“Kami apresiasi pada kota yang berani mengambil keputusan membuat rumah karantina untuk pemudik, atau bahkan melakukan lockdown kota. Karena ini keputusan berani dan tanggung jawab pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid19. Untuk itu kami siap suport makanan warga yang dikarantina setiap hari selama masa KLB,” kata Puspo Wardoyo pawa awak media usai menyerahkan bantuan di Balaikota Solo.

Puspo juga berharap aksinya tersebut menular pada pengusaha lain, agar ikut bersama sama berbagi agar Indonesia segera pulih dari wabah Covid19.

“Saya lihat kekuatiran keputusan karantina atau lockdown wilayah itu karena memikirkan bagaimana makanan warga. Kalau saja semua pengusaha memberikan bantuan makanan, saya yakin masalah makan warga aman. Karena belum bergerak bersama saja. Maka saya ajak pengusaha bergerak,” Imbuh Puspo yang punya 320 gerai rumah makan di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Bantuan yang diserahkan Puspo selama wabah Covid19 ini untuk seluruh Indonesia total mencapai Rp 600 juta dan ratusan makanan siap saji. Bantuan dibagikan untuk 8 titik atau 8 kota, diantaranya Solo, Medan dan Jakarta.

Walikota solo Hadi Rudyatmo yang menerima langsung bantuan tersebut menyatakan apresiasinya pada Puspo Wardoyo.

“Kami terima kasih atas dukungan para pengusaha yang ikut tergerak bersama sama memberikan bantuan. Semua berusaha agar wabah ini segera diatasi dan berlalu, agar masyarakat kembali aman damai,” kata Rudi, demikian Walikota Solo biasa disapa.

Dilaporkan Rudi, saat ini ada 110 warga yang masuk karantina. Untuk nDalem Jokokusuman ada 7 warga ODP dengan gejala, yang sengaja pisahkan, untuk memudahkan pemantauan dan recovery. (dea/bis/rit)