Bantuan Kambing Murni dari Pemkot, Program Saat Wali Kota Yuliyanto

Yuliyanto ( foto : dok/ dekan jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Wali Kota Salatiga 2017-2022, Yuliyanto akhirnya buka suara terkait polemik bantuan 52 kambing untuk petani penggarap lahan yang kini dibangun Taman Wisata Religi ( TWR).

Yuliyanto yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Salatiga ini menegaskan, bahwa bantuan 52 ekor kambing kepada warga itu memang merupakan program Pemkot Salatiga, saat ia masih menjabat Wali Kota.

Diberitakan sebelumnya, empat fraksi di DPRD Salatiga mempermasalahkan bantuan kambing itu, karena bantuan tersebut diduga sudah diklaim sebagai aspirasi Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit dari Fraksi PDIP.
Menanggapi hal itu, Yuliyanto menjelaskan, saat itu Pemerintah Kota Salatiga memiliki program taman wisata di wilayah Kelurahan Bugel.

“Pembangunan tersebut akan menggunakan atau menempati tanah milik Pemerintah Kota Salatiga, dimana tanah tersebut sebelumnya dimanfaatkan sawah garapan oleh para petani warga sekitar,” jelas Yuliyanto.

Karena akan dibangun taman wisata, maka dilakukan sosialisasi oleh Pemerintah Kota Salatiga dan para penggarap tidak keberatan dengan mengajukan beberapa permohonan atau permintaan agar tetap produktif.

Setelah dilakukan sosialisasi, Yuliyanto Wali Kota Salatiga saat itu mendapat laporan tentang permintaan petani penggarap dan menyanggupinya. “Kemudian saya perintahkan saat itu kepada dinas, agar membantu petani penggarap dibantu pesangon dan kambing, biar untuk peliharaan di rumah. Bantuan ini karena mereka tidak bisa lagi menggarap lahan,” jelas Yuliyanto.

Dikatakan Yuliyanto, dasar pemikiran bantuan tersebut, untuk mengakomodir permintaan petani penggarap yang sebelumnya menggarap lahan milik Pemkot yang akan dibangun taman wisata. “ Jadi itu dasar pemikirannya, bantuan itu akhirnya bergulir, bantuan dari Pemkot Salatiga bukan aspirasi dari salah satu fraksi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, tensi politik di DPRD Salatiga memanas. Sejumlah fraksi di DPRD Salatiga memprotes keras beberapa Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) yang diduga ditunggangi kepentingan politik dari fraksi PDIP. Fraksi yang memprotes yaitu Frkasi PKS, Fraksi Gerindra, Fraksi Demokrat dan Fraksi PKB.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Salatiga, M. Miftah mengatakan, saat melakukan pengawasan di Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga, ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak pembangunan Taman Wisata Religi dan diklaim bantuan itu hanya salah satu fraksi. “Nah, bantuan ini ternyata diklaim oleh salah satu fraksi, padahal DPRD itu lembaga kolektif, tidak bisa mengatasnamakan satu fraksi. Kami minta ASN juga menjaga netralitasnya,” tandas Miftah saat itu. (deb)