Banyak OPD Yang Tak Inovatif

Banyak OPD Yang Tak Inovatif
Bupati H Asip Kholbihi

JATENGPOS.CO.ID, KAJEN – Selama empat tahun, inovasi pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai masih rendah.

Terbukti, dari 72 OPD yang ada di Kabupaten Pekalongan hanya 16 yang telah berinovasi untuk mempermudah pelayan publik. Sedangkan dari 16 OPD tersebut, sebagian besar di bidang pelayanan kesehatan.

“Yang sudah berinovasi baru 16 OPD,” ucap Bupati Asip seusai launching dan workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/1).

Tujuan inovasi antara lain memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Asip Kholbihi mengakui, mengenai inovasi, Kabupaten Pekalongan perlu belajar lagi ke daerah lain. Harapanya, tahun ini bisa lebih baik dibandingkan 2019.

Bupati mengakui, masalah inovasi, Kabupaten Pekalongan memang belum bisa berbicara banyak. Padahal, sekarang ini merupakan era inovasi. Kunci dari semua itu karena soal kemauan, bukan hanya kemampuan.

”Orang yang mampu berinovasi cukup banyak. Namun, yang berkemauan sedikit.,” tukas Bupati.

Tahun ini, Bupati mentarget seluruh OPD harus bisa melakukan inovasi.

“Percuma kalau tidak bisa, kita sudah naikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 150 persen,” jelas Bupati seraya meminta tahun ini semua OPD harus lebih baik lagi. Jika belum baik, akan dilakukan evaluasi. (Indra/didik)