BAZNAS Kabupaten Semarang Waspadai Penyalahgunaan Dana ZIS

Bupati H Ngesti Nugraha menyalurkan bantuan saat silaturahmi ulama / umaro tingkat Kabupaten Semarang putaran ke-292 di aula Kantor Kecamatan Bergas, Selasa (9/5/2023). FOTO:MUIZ/JATENGPOS

UNGARAN. JATENGPOS.CO.ID- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang Kadzik Faisol mengingatkan para pengurus di tingkat kecamatan untuk berhati-hati dalam mengumpulkan dana zakat infak dan sedekah (ZIS) dari masyarakat.

“Pengumpulan dana ZIS harus aman syar’i, aman regulasi dan aman NKRI,” katanya saat acara silaturahmi ulama / umaro tingkat Kabupaten Semarang putaran ke-292 di aula Kantor Kecamatan Bergas, Selasa (9/5/2023) sore.

Kadzik menjelaskan tiga aspek aman itu harus berlandaskan aturan agama, peraturan pemerintah dan menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu ada pihak yang tidak bertanggung jawab mengubah QRIS pengumpulan dana sumbangan masyarakat agar masuk ke rekeningnya. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk gerakan-gerakan radikalisme yang dapat membahayakan keamanan NKRI.

“Dalam waktu dekat, BAZNAS juga akan membentuk satuan audit internal agar pengelola dana ZIS menjadi lebih baik,” tegasnya.

Acara silaturahmi dihadiri oleh Bupati H Ngesti Nugraha, perwakilan Forkompimda, para camat, pengurus Upzis Kecamatan dan undangan lainnya. Saat Sambutan, Bupati mengajak segenap komponen masyarakat untuk mendukung pengumpulan dana ZIS melalui BAZNAS.

“Sehingga dapat membantu para yatim piatu, bantuan permodalan, perbaikan rumah tidak layak huni dan mempercepat perbaikan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu diserahkan dana ZIS kepada 19 unit pengumpul ZIS (Upzis) di tingkat Kecamatan. Total dana yang diserahkan mencapai Rp 446.307.876,oo. Dana itu akan dimanfaatkan tiap Upzis Kecamatan untuk membantu warga yang membutuhkan. (muz)