Bea Cukai Surakarta Beri Fasilitas KITE IKM ke Industri Konveksi di Karanganyar

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso (tiga dari kanan) saat menherahkan fasilitas KITE IKM kepada General Manager PT Delta Mas Asri, Christopher Edward Soedargo (tiga dari kiri) di Pabrik PT Delta Mas Asri, Karanganyar, Kamis (6/5/2021)

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANAYR– Bea Cukai Surakarta, Jawa Tengah, memberikan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) untuk industri kecil dan menengah (IKM) kepada PT Delta Mas Asri yang bergerak di industri pakaian jadi (konveksi) dari tekstil di Kabupaten Karanganyar.

Fasilitas KITE IKM tersebut merupakan kebijakan yang diberikan oleh Bea Cukai berupa insentif fiskal yang menjadikan biaya produksi atas barang jadi yang diekspor dapat ditekan menjadi lebih rendah, kata Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso di Karanganyar, Jumat.

Menurut Budi Santoso dengan lebih rendahnya biaya produksi tersebut produksi IKM akan lebih kompetitif di pasar global, di mana kegiatan produksi yang dimaksud adalah proses pengolahan bahan baku, sehingga, hal itu, menciptakan produk baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Produksi dari PT. Delta Mas Asri sendiri telah diekspor ke beberapa negara Asia, yakni Singapura dan Jepang,” kata Budi Santoso.

Meskipun di tengah pandemi kegiatan industri konveksi tersebut masih berlangsung. Budi memberikan apresiasi kepada PT Delta Mas Asri karena dapat menyerap tiga ratusan tenaga kerja.

“Kami berharap dengan ditetapkannya PT Delta Mas Asri ini sebagai penerima fasilitas KITE IKM mampu meningkatkan produksi hingga mampu memenuhi permintaan baik ekspor maupun pasar lokal, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perusahaan, serta dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) di era pandemi COVID-19,” kata Budi.

Penyerahan fasilitas KITE IKM langsung dilakukan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso kepada General Manajer PT Delta Mas Asri, Christopher Edward Soedargo.

Manajer PT. Delta Mas Asri Chriswidiyarti menyatakan bahwa proses untuk mendapatkan fasilitas KITE IKM sangat mudah, asalkan semua dokumen legal telah dilengkapi. Bahkan, dalam kurun waktu kurang dari seminggu, semua proses pengajuannya dapat selesai.

“Saya berharap setelah memperoleh fasilitas ini, akan banyak order yang masuk untuk kami dan bisa bersaing dengan produk-produk di pasar ekspor,”tambah Chriswidiyarti. (fid/ant)