Belajar Bangun Ruang dengan Benda Kongkret

Pembelajaran matematika di sekolah dasar secara umum memiliki tujuan agar siswa mampu dan terampil menerapkan matematika secara konkret. Siswa melalui pembelajaran matematika dapat berpikir kritis dalam penerapan matematika. Guru berperan penting dalam membangun kondisi dan situasi pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif membentuk, menemukan, dan mengembangkan pengetahuannya. Siswa menemukan makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dengan mengkonstruksikannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. Jean Piaget menjelaskan bahwa pengetahuan atau pemahaman siswa itu ditemukan, dibentuk, dan dikembangkan oleh siswa itu sendiri melalui proses pembelajaran.

Pendidik dalam proses pembelajaran matematika perlu memberikan perhatian dan penanganan yang serius kepada siswa agar lebih semangat dan aktif dalam belajar. Siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika dapat segera terbantu untuk penyelesaian masalah belajarnya. Siswa dapat mengkomunikasikan konsep yang telah dipahaminya untuk menyelesaikan masalah matematika. Herman Firdaus (2020) mengungkapkan bahwa pendidik memberikan pemahaman kepada siswa secara jelas tentang konsep matematika sebagai suatu bahasa atau bahasa simbol yang berlaku secara umum yang disepakati secara internasional dalam mempelajari matematika.

Pendidik menggunakan bahasa matematika  untuk komunikasi dalam lingkungan masyarakat pendidikan agar dipahami siswa sebagai komunikasi esensi dari mengajar, belajar, dan mengakses matematika. Siswa belajar tentang suatu konsep atau proses dengan penuh keyakinan dan semangat. Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan terus dipantau dan dibimbing gurunya agar dapat belajar dengan benar, jelas, dan logis.

Fatkhan (2019) mengungkapkan bahwa media benda konkret sebagai media pembelajaran yang berasal dari benda-benda nyata yang banyak dikenal oleh peserta didik dan mudah didapatkan. Guru dan peserta didik mudah menggunakan media benda konkret karena media ini sering dijumpai di lingkungan sekitarnya. Pendidik menyimpulkan bahwa media benda konkret sebagai benda asli berupa benda nyata yang bisa dibuktikan. Siswa memperoleh pengalaman nyata dalam proses pembelajaran melalui bantuan media yang tepat.

Pendidik memahami pentingnya media konkret atau objek yang sesungguhnya dapat memberikan stimulus yang besar bagi siswa dalam mempelajarai berbagai hal , terutama yang menyakut pengembangan keterampilan tertentu pada pelajaran matematika. Pendidik melalui penggunaan objek nyata  pada kegiatan pembelajaran dapat melibatkan semua indra siswa. Media konkret dibagi menjadi dua jenis yaitu media objek (konkret) sebenarnya dan media objek (konkret)  pengganti. Pendidik membedakan media konkret menjadi dua yaitu: media objek alami dan media objek buatan. Guru menambahkan media objek alami dibedakan menjadi dua yaitu: objek alami yang hidup dan objek alami yang tidak hidup

Siswa memperoleh keuntungan dari penggunaan media benda konkret, antara lain: 1) siswa dapat kesempatan semaksimal mungkin untuk mempelajari sesuatu atau melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata, 2)  siswa  mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dalam proses pembelajaran, 3) siswa akan memperoleh keterampilan belajar dari media konkret dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indranya. Siswa menggunakan benda konkret pada pembelajaran matematika, khususnya dalam materi bangun ruang dan menghitung volumenya.

Pendidik mengartikan bangun ruang sebagai salah satu bagian dari bidang geometris. Siswa mempelajari bangun ruang sebagai suatu bangunan tiga dimensi yang memiliki ruang atau volume dan juga sisi yang membatasinya. Siswa mempelajari bangun ruang yang dibedakan menjadi dua jenis yaitu: bangun ruang sisi lengkung dan  sisi datar. Pendidik memberikan contoh bangun ruang sisi lengkung seperti: kerucut, bola dan tabung. Siswa mengenal bangun ruang sisi datar contohnya: kubus, balok, limas dan prisma. Pendidik dapat menggunakan media konkret yang ada disekolah, alat peraga matematika, dan benda konkret yang dapat dibawa siswa sendiri. Pendidik dapat menggunakan benda konkkret seperti: lemari, meja etalase, bola, globe, topi terompet, dan lain sebagainya dalam mengajarkan berbagai bangun ruang kepada siswanya.

Pendidik dengan menggunakan media benda konkret dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar matematika terutama materi bangun ruang di kelas VI Sekolah Dasar. Pendidik dengan memanfaatkan pembelajaran melalui media benda konkret yang berasal dari lingkungan siswa diharapkan anak akan memiliki bekal kemampuan matematika yang kuat.  Siswa akan memperoleh pembelajaran di sekolah dengan lebih bermakna jika guru mengaitkan pengetahuan dan  pengalaman yang telah dimiliki siswa dalam proses belajar mengajar terhadap lingkungan sekitar melalui benda konkret. Pendidik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan media konkret di SD Negeri 05 Kebondalem, kecamatan Pemalang, kabupaten Pemalang, provinsi Jawa Tengah sehingga prestasi belajar siswa kelas VI dapat meningkat.

 

Oleh Yeni Yustiani, S.Pd.SD

SD Negeri 05 Kebondalem, Pemalang