Belajar Langsung Mampu Tingkatkan Gerak Dasar Lempar

Dwi Priyambodo, S.Pd

Aktivitas yang sering Siswa lakukan dalam  pembelajaran PJOK SD adalah gerakan dasar atletik, contoh gerak dasar  atletik adalah cabang lempar. Gerak dasar lempar dimuat dalam  pelajaran PJOK SD mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6 yang dijelaskan pada kurikulum  tingkat SD/MI. Sering ditemukan gerakan lempar siswa dilakukan kurang serius, sehingga prestasi yang diraih menurun. Diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan prestasi gerak dasar lempar. Dikatakan pembelajaran yang baik jika proses belajar mengajar mampu meningkatkan aktivitas dan prestasi siswa. Kondisi yang ada pada Siswa kelas IV SD Negeri 1 Miri semester 1 tahun pelajaran 2022 / 2023 mempunyai prestasi yang dikatakan rendah pada materi pembelajaran Gerak dasar Lempar. Dilihat dari penilaian harian, untuk memahami dan mempraktikan Gerak Dasar Lempar mendapatkan prestasi lebih dari 55 % dibawah KKM. Hal tersebut dikarenakan guru menggunakan metode pembelajaran ceramah dan pemberian tugas sehingga menyebabkan siswa kurang konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran PJOK.

Model pembelajaran yang bisa meningkatkan aktivitas dan prestasi siswa dalam mempelajari gerak dasar lempar adalah model pembelajaran langsung. Menurut Nur (2000:7) mengatakan bahwa pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru, yang mempunyai 5 langkah dalam pelaksanaannya, yaitu menyiapkan siswa menerima pelajaran, demontrasi, pelatihan terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjut. Kelima tahap tersebut saling berkaitan dan harus dilakukan dengan benar supaya kegiatan pembelajaran mencapai tujuan.

Langkah-langkah pembelajaran langsung dalam proses pembelajaran adalah pertama menjelaskan materi dan menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari, diawali dengan penyampaian materi dengan singkat dan jelas( materi, lembar pengamatan, lembar kerja siswa, pembentukan kelompok) kemudian menjelaskan tujuan pembelajaran guna memacu minat siswa dalam pembelajaran. Kedua mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan. Guru menggunakan media visual sesuai kondisi sekolah dan alat peraga yang aman untuk siswa. Ketiga memberikan latihan dan memberikan bimbingan. Latihan diberikan kepada siswa gerakan lemparan jarak pendek sampai batas kemampuan siswa dengan bimbingan guru tentang teknik gerakan yang benar. Keempat memeriksa pemahaman dan memberikan umpan balik. Guru mengunakan lembar pengamatan untuk mencatat prestasi siswa gerakan lempar dengan maksimal. Selain itu guru menggunakan lembar evaluasi untuk dikerjakan, guna mengetahui tingkat pemahaman siswa. Kelima memberikan latihan lanjutan, guru merangking prestasi siswa. Bagi siswa yang dinilai kurang dalam pemahaman dan teknik, siswa mengulang gerakan lempar sampai batas KKM yang ditentukan. Bagi siswa yang mencapai prestasi KKM, diberi penghargaan guna meningkatkan minat belajar.

Penerapan model pembelajaran langsung meningkatan prestasi belajar gerak dasar lempar  pada siswa kelas  IV SD Negeri 1 Miri. Rata-rata peningkatan prestasi belajar KD 3.3 tentang menjelaskan gerak dasar lempar siswa kelas  IV SD Negeri 1Miri pada prasiklus 38,71%, pada Siklus I 61,29% dan pada siklus II 93,55%. Sementara prestasi belajar  KD 4.3 tentang menyajikan gerak dasar lempar  siswa kelas  IV SDN Negeri 1 Miri pada prasiklus 41,94%, pada Siklus I 61,29 % dan pada siklus II 93,55 %.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan proses pembelajaran dan pretasi siswa. sekiranya model pembelajaran ini bisa digunakan pada materi pelajaran lain.

Oleh :

Dwi Priyambodo, S.Pd

SD Negeri 1 Miri, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri