Bengawan Solo Minta Tumbal Nyawa

Pencarian terhadap Mohammad Prayogi (13), korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, yang dilakukan sejak Selasa (5/12) lalu, akhirnya membuahkan hasil. FOTO: FEBRIYAN CHANDRA/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, BLORA – Pencarian terhadap Mohammad Prayogi (13), korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, yang dilakukan sejak Selasa (5/12) lalu, akhirnya membuahkan hasil.

Warga Dusun Mendenrejo RT 04/RW 07 Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan tersebut, ditemukan tewas pada Rabu (06/12) sekira pukul 13.00 WIB. Jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan Polsek Kradenan bersama BPBD Blora dan warga.

Lokasi ditemukannya mayat yakni di sekitar Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan. Kondisi korban ditemukan dalam kondisi terlungkup.

Hingga kini, pihak Mapolsek Kradenan hingga saat ini masih menggali informasi terkait penyebab kematian pelajar SMP itu.

“Kita akan cari tau dari keterangan para saksi terkait penyebab tenggelamnya korban. Selain itu, kami akan lebih sering mengingatkan warga sekitar bantaran sungai,” ujar Kapolsek Kradenan Iptu Mugi Purwono.

Dari informasi yang diterima, korban saat itu sedang memancing ikan di sungai Bengawan Solo di bawah Gowa Sentono pada Selasa (5/12) siang bersama 4 rekannya.

Tanpa diduga, korban langsung melepas baju dan menjeburkan diri ke sungai untuk mengambil pelepah pisang yang hanyut. Saat itu, debit air dan arus sungai Bengawan Solo cukup deras, setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan.

Melihat korban tenggelam dan tidak bisa berenang, rekan-rekannya berteriak meminta tolong. Namun tubuh korban mendadak hilang dan terseret arus sungai.(feb/rif)