Bisnis Kambing Perah Meraup Berkah Saat Pandemi

Joko Riyanto saat merawat kambing perah ternaknya. Foto : Yasin/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR -Permintaan susu kambing milik Joko Riyanto terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, apalagi saat pandemi ini. Kebutuhan orang akan hidup sehat dan menjaga stamina berdampak positif terhadap permintaan susu kambing hasil ternaknya sendiri.

Joko Riyanto mengaku, selain mengembangkan peternakan kambing perah (kamper) yang menghasilkan susu untuk dijual. Saat ini, ia mampu melebarkan sayap untuk mengembangkan kambing anakan jenis dorper yakni persilangan kambing Australia dan Garut, bahkan selain permintaan susu kambing, permintaan daging kambing untuk diolah juga mulai ramai permintaan.

“Alhamdulillah kambing saya terus bertambah. Ini saya ada indukan 20 yang sudah hamil ada sekitar 10. Karena saya punya stok susu perah jadi tak takut, karena sering kali banyak yang mati karena kurang susu,” jelasnya pada wartawan, kemarin (26/1).

Meski di tengah permukiman warga yang berada di Cangakan Timur RT 1 RW 2, Kelurahan Cangakan, kandang kambing milik Joko Riyanto ternyata tak berbau karena ia mencampur probiotik pada makanan ternak olahannya. Bahkan di tengah kesibukannya bekerja di Baznas ia masih dapat meluangkan waktu untuk beternak. Kini justru dari pekerjaan sampingan itu menghasilkan jutaan rupiah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Sudah sejak tahun 2016 saya mulai usaha ini. Awalnya untuk menambah penghasilan, mikir usaha apa? Jatuhnya di pilihan ternak kambing, pilih kambing perah, modal terjangkau,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam beternak kambing itu ada 3 emas yang dihasilkan, yakni susu, daging, dan kotoran untuk pupuk. Sedangkan, untuk usaha susu kambing, ternaknya bisa diperah jika sudah mulai melahirkan kali pertama, dan kira-kira bisa pertahan hingga 10 tahun.

“Susu kambing ini juga bisa langsung diminum usai diperah. Agar lebih nikmat bisa dicampur gula jawa, susunya segar, tak berbau karena pakan ternak sudah dicampur prebiotik khusus, racikan saya sendiri,” terangnya.

Ia sangat terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Sebab, dulu sebelum terjun di bisnis tersebut. Ia mengaku belajar dulu dan praktek, hingga ia memahami kendala dan cara memasarkan produknya.

“Alhamdulillah kendala penyakit ternak selalu bisa kita atasi. Juga pemasaran mengalami peningkatan terus,” tandasnya. (yas)