Beranda Sekolah Hebat Opini Guru BK Pusat Informasi dan Konsultasi

BK Pusat Informasi dan Konsultasi

315
RAHAYU SETYANINGSIH, S.Pd GURU SMP N2 EROMOKO, WONOGIRI
RAHAYU SETYANINGSIH, S.Pd GURU SMP N2 EROMOKO, WONOGIRI

Menjadi guru Bimbingan Konseling (BK ) yang dirindukan oleh siswa tidaklah mudah,tergantung bagaimana kita memposisikan diri kita dalam berinteraksi dengan siswa. Interaksi antara guru dengan siswa yang dibalut dengan komunikasi yang nyaman, saling membutuhkan dan mampu merefleksikan kebutuhan jiwa, siswa merasa senang karena gurunya memberikan rasa nyaman dan mampu membangkitkan semangat dalam mengikuti layanan BK.

BK identik dengan polisi sekolah yang tugasnya menanggani anak –anak nakal tidaklah benar. BK bukan momok bagi siswa,tetapi BK selalu siap membantu,melayani siswa mencari alternative penyelesaian masalah yang mereka hadapi.  BK  menjadi teman bicara siswa, tempat curhat yang menyenangkan, tempat mendengarkan keluh kesah siswa. BK bukan sekedar memanggil, mencari siswa yang mbolos, berkelahi, tawuran, karena justru akan memberikan penafsiran yang salah tentang tugas dan tanggungjawab guru BK.

BK pusat informasi dan konsultasi bagi siswa tanpa membeda-bedakan, semua mendapatkan layanan yang sama. Sehingga jika ada anggapan bahwa BK itu angker dan menjadi fungsi mendisiplinkan, menertibkan dan member hukuman bagi siswa yang melakukan pelanggaran disekolah akan pudar seiring waktu dengan melihat kenyataan bahwa BK bersahabat dengan siswa dimanapun dan kapanpun. BK harus bersahabat dengan siswa, karena berada di garda depan dalam membangun karakter dan mengantarkan siswa kejenjang karier sesuai bakat, minat, dan kemampuan.

Dengan empati akan lebih mudah menggiring siswa untuk mengentaskan permasalahan yang menghimpitnya. BK harus menjadi mediator yang baik antara guru, siswa, orang tua jika terjadi kesalahpahaman. BK berupaya mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa, mencegah timbulnya masalah yang akan menghambat perkembanganya dan menyelesaikan masalah yang dihadapi baik masak ini maupun masa mendatang.

Dengan menjadikan BK pusat informasi dan konsultasi,maka guru BK adalah sosok yang selalu dekat dengan siswa. Guru BK bias memposisikan dirinya sebagai sahabat siswa dalaml ayanan BK.  Jika ada siswa yang mengalami masalah dan tidak bias diselesaikan sendiri, tidak perlu malu dan takut untuk komunikasi keruang BK agar siswa bias merasa nyaman dan dekat.  Guru BK perlu memiliki kepribadian yang ramah, hangat, terbuka. BK hanya membantu, bukan menentukan dan memutuskan, tetapi siswalah yang berposisi aktif menentukan, memutuskan, mengambil pilihan bagi penyelesaian masalah. Guru BK bias diajak curhat, sosok yang humble, bias jaga rahasia. Guru BK ada untuk mengayomi bukan memusuhi.

Dari uraian diatas, sudah saatnya BK menjadi pusat informasi dan konsultasi bagi siswa dalam menyikapi permasalahan siswa. Langkah (1) yang harus dilakukan adalah merubah pemikiran bahwa siswa bermasalah sebenarnya yang membutuhkan bimbingan dan perhatian,(2) BK harus memahami psikologis siswa serta mengetahui latar belakangnya,(3) melakukan pendekatan secara bertahap, jika siswa merasa nyaman dengan guru BK, siswa akan terbuka untuk menceritakan masalahnya. BK harus mampu menciptakan layanan bimbingan yang mencerdaskan ,mengasyikan, menyenangkan. Kedekatan dan keterbukaan dengan siswa akan memudahkan guru BK untuk membimbing      serta mengarahkan siswanya kehal yang positif yang bermanfaat dalam kehidupanya baik dimasa sekarang maupun masa depan kelak. BK peduli siswa, BK itu bukan polisi siswa, BK bukan tempat pengadilan, Akan tetapi BK merupakan sahabat siswa dalam kesulitan maupun hambatan, BK peduli dengan siswa dalam masalah dan perkembangan siswa.

RAHAYU SETYANINGSIH, S.Pd

GURU SMP N2 EROMOKO, WONOGIRI