Bu Ita Hadiri Wisuda Hafalan Quran Pondok Alburhan

WALIKOTA: Plt Walikota Semarang menghadiri wisuda hafalan Quran Pondok Alburhan Hidayatulloh Semarang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Plt Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, merasa bangga dengan orang tua yang menitipkan anaknya di pondok pesantren. Sebab anak di pesantren akan dibina akhlaq dan karakternya sehingga kelak menjadi orang yang baik di masyarakat.

Hal itu disampaikan Bu Ita, panggilan akrabnya saat menghadiri Wisuda Tahfizh 30 Juz santri Pondok Pesantren Alburhan Hidayatulloh Semarang, Minggu (15 Januari 2023), di Kampung Gedawang, Kelurahan Gedawang Banyumanik Semarang.

“Saya merasa berbahagia dapat hadir dalam acara wisuda tahfidz ini. Bagi walimurid yang menitipkan anaknya di pondok pesantren merupakan keputusan yang tepat karena dipesantren ditekankan pendidikan akhlaq dan karakter. Karakter yang kuat inilah yang akan membekali mereka kedepan menjadi pribadi yang sukses,”kata Bu Ita.

Atas nama kepala daerah, dia juga mengingatkan sekitar Gedawang merupakan tanah merah yang subur. Cocok untuk penanaman karakter santri dengan mengajarkan gerakan menanam.

“Pada menanam inilah dibutuhkan jiwa sabar, harus merawat, memupuk, menyiangi hingga dapat dipanen,”imbuhnya.

Menurutnya bonus demografi saat ini hingga tahun 2045 harus disikapi dengan bijak. Sehingga benar- benar lahir generasi emas. Dia berharap dari pesantren Hidayatullah akan lahir generasi hebat yang menentukan arah bangsa kedepan.

“Bukan hanya seperti generasi yang gila konten, yang sampai mempertaruhkan nyawanya demi konten,”tambahnya.

Ust Ahmad Ali Subur, S.E, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah sekaligus Pembina Yayasan Al Burhan Hidayatullah Semarang mengatakan, wisuda tahfiz 30 Juz ini diikuti 15 santriwati. Tujuan wisuda membangkitkan semangat menghafal dan menumbuhkan keyakinan bahwa semua hamba Allah mampu menghafal. Bukan hanya sekedar menghafal untuk dirinya, tetapi juga bermanfaat untuk orang lain.

DIWISUDA: Para santriwati penghafal Alquran 30 Juz yang diwisuda.

“Ini juga mensyi’arkan al-Quran bahwa al-Quran mudah dihafal,”katanya.

Menurutnya, Pesantren Al Burhan merupakan 1 dari 400an pesantren Hidayatullah di seluruh Nusantara. Peantren Hidayatullah berdiri 5 Februari tahun 1972 sehingga 5 Februari nanti merupakan HUT ke 50.

Ustad Zainudin Musaddad menyampaikan, wajah penghafal Alquran saat ini kelihatan biasa saja. Namun sesungguhnya ada yang luar biasa pada diri meraka.

“Apakah itu? Allah titipkan Ayat -ayat Alquran dalam diri mereka, dan hal itu sudah cukup dijadikan alasan untuk berbahagia melebihi harta yang dikumpulkan ber
tahun- tahun,”katanya.

Hadir dalam acara tersebut adalah Muhammad Afif Wakil Ketua DPRD kota Semarang,
Drs. H. Zeinudin Musaddad. MA, Anggota MMP (Majelis Murobbi Pusat),Donator dan simpatisan dari Yayasan Al Burhan, BMH, Pos Dai, Pengasuh, Guru, wali santri, dan karyawan Mts MA Al Burhan. (*/jan)