Budaya Masyarakat Tegal Harus Digali untuk Tangkal Serbuan Budaya Baru

HIERING: Publik hiering pemerintah Tegal bersama dewan setempat membahas pontensi lokal (local wisdom) budaya Tegal untuk menangkal serbuan budaya baru. Foto: ist for jatengpos

JATENGPOS.CO.ID,  TEGAL – Di era globalisasi dan digitalisasi yang semakin modern, cenderung dapat menimbulkan perubahan pola hidup dan budaya masyarakat yang lebih modern.

Akibatnya masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Tegal melihat adanya potensi peradaban masyarakat Kabupaten Tegal, dalam konteks kebudayaan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan.

Dengan cara menggali dan berinovasi produk kebudayaan yang sudah ada di masyarakat Kabupaten Tegal, agar di kenal oleh masyarakat luas bahkan dunia international dengan tetap mempertahankan kebudayaan yang sudah ada di masyarakat.

Hal tersebut di sampaikan Moh. Faiq SP, selaku Ketua DPRD Kabupaten Tegal pada saat acara “Publik Hearing” Raperda tentang Kemajuan Kebudayaan, yang bertempat di ruang Bangggar DPRD Kabupaten Tegal, pada Rabu (02/2/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut, Pengurus Dewan Kebudayaan, seniman dan budayawan, OPD terkait, serta biro hukum Pemda Kabupaten Tegal.

Hadir juga dari organisasi dan lembaga masyarakat dan insan pers.

“Rapat ini merupakan bagian peran DPRD kabupaten Tegal untuk memajukan kebudayaan, dengan menggali serta mempertahankan kebudayaan masyarakat Kabupaten Tegal secara bersama dengan semua komponen masyarakat,”kata Moh. Faiq, SP.

Menurutnya dengan publik hearing ini diharapkan Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai penyelenggara dapat mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya tingkat pemahaman, respon, dan ekspektasi publik terhadap suatu kebijakan yang berlaku selama ini.

“Juga supaya publik tahu apa yang direncanakan pemerintah dimasa mendatang,”imbuhnya. (*diq/jan)