Budidaya Jahe Merah dalam Karung Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan

Bambang Pujiasmanto, Guru Besar Fakultas Pertanian UNS
Oleh: Bambang Pujiasmanto
Guru Besar Fakultas Pertanian UNS

USAHA budidaya jahe merah merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang cukup populer dan menguntungkan. Masyarakat di pedesaan membudidayakan jahe merah untuk dijual ke masyarakat kota atau bahkan ke luar negeri karena memang permintaan jahe merah cukup tinggi.

Khasiat dan manfaat jahe merah yang cukup besar pada kesehatan menjadi salah satu alasan tingginya permintaan akan jahe merah tersebut. Rimpang jahe merah ini biasanya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat obat-obatan (antara lain untuk pencegah virus Covid19, dan juga bahan makanan. Jadi, boleh dibilang usaha budidaya jahe merah potensinya sangat cerah pada masa mendatang.

Tanaman jahe merah modern lebih banyak dibudidayakan dalam karung. Tidak membutuhkan jenis tanah khusus untuk menanamnya asalkan tanah masih subur dan kaya unsur hara untuk pertumbuhan. Budidaya dalam karung sebagai solusi keterbatasan lahan. Budidaya tanaman Jahe Merah dalam karung, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk atau petani.

Beberapa karakteristik yang harus terpenuhi untuk menanam jahe merah, antara lain:

1) Jahe merah tumbuh pada iklim dengan curah hujan 2.500 hinga 4.000 mm per tahun;  2) Jahe merah yang masih muda yang berusia 2 – 7 bulan membutuhkan matahari yang cukup sehingga harus berada di tempat yang terbuka dengan suhu udara sedang antara 20 hingga 35 derajat celcius. 3) Rentang derajat keasaman tanah pada pertumbuhan jahe merah cukup tinggi, yakni 4,3 sampai 7,4 dan tumbuh di jenis tanah gembur yang mengandung humus.

Awal budidaya dimulai penyiapan media tanam. Media tanam yang digunakan adalah karung bekas. Karung berukuran besar akan membuat hasil panen jahe merah semakin besar. Namun, disarankan untuk memakai karung dengan ukuran 40×50 cm. Siapkan tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1. Berikutnya pembibitan jahe merah.

Proses pembibitan jahe merah ini terdiri dari beberapa langkah, diantaranya: Bibit jahe merah berasal dari jahe yang sudah tua dan tidak ada tanda pembusukan pada jahe tersebut. Pastikan tidak terdapat lecet pada rimpang, biasanya terjadi saat penggalian. Jangan menyimpan bibit terlalu lama karna akan mempengaruhi mutu bibit jaher merah. Potonglah rimpang yang akan dijadikan bibit dengan cutter yang bersih dan steril. Berikutnya pengecambahan.

Pada proses ini kita harus memeriksa apakah ada serangan jamur pada bibit jamur merah. Rendam bibit pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit. Selanjutnya penyemaian. Proses penyemaian jahe merah biasanya digunakan menggunakan peti kayu. Cara melakukannya cukup mudah; letakkan bibit jahe merah pada peti kayu, berikan sekam padi atau abu gosok, benih akan tumbuh setelah 2-4 minggu. Lalu rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali di tempat penyemaian agar tumbuh bibit baru.

Tanaman jahe merah adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh dan bisa tumbuh di tanah dengan ketinggian 0 – 2.000 mdpl. Budidaya tanaman jahe merah modern lebih banyak dibudidayakan dalam polybag maupun karung. Tidak membutuhkan jenis tanah khusus untuk menanamnya asalkan tanah masih subur dan kaya unsur hara untuk pertumbuhan.

Nilai ekonomis di pasaran masih menguntungkan, apalagi jika hasil panen jahe diolah ke produk turunannya misal saja sari jahe atau serbuk jahe tentu memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada mentahnya. Namun, jika dijual mentah pun jahe merah masih laku dipasaran karena tidak banyak pembudidayaannya. Modal yang diperlukan untuk usaha ini cukup murah karena hanya perlu menyediakan karung serta bahan-bahan pemeliharaannya yang tidak terlalu mahal.

Berdasar analisis usaha tani, penanaman jahe merah dapat dibudidayakan dengan karung, yang sebuah karung dapat menghasilkan kurang lebih 3 kg jahe merah saat panen. Jika ada 500 sak karung maka dapat menghasilkan 1.500 kg setiap panen. Jika harga jahe merah per kg Rp.22.500,-/ kg, diperoleh hasil kotor Rp.33.750.000,-. Pengeluaran sebesar Rp.8.500.000,-. Itu berarti dapat mendapatkan keuntungan hingga Rp.25.250.000,- dengan waktu 8 bulan. (***)