Beranda Ekonomi Bulog dan Pemprov Jateng Tandatangani Kerjasama Stabilisasi Harga Beras

Bulog dan Pemprov Jateng Tandatangani Kerjasama Stabilisasi Harga Beras

483
KERJASAMA- Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam rangka Pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP), melalui Pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium, pada Kamis (22/11), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Gubernuran Jateng. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
KERJASAMA : Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam rangka Pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP), melalui Pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium, pada Kamis (22/11), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Gubernuran Jateng. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov)

Jawa Tengah melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam rangka Pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP), melalui Pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Kamis (22/11), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Gubernuran Jateng.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Wasesa mengatakan, penandatanganan kerjasama tersebut merupakan langkah memangkas mata rantai distribusi beras medium yang begitu panjang hingga 8 jalur. Dengan dipangkasnya jalur distribusi diharapkan harga beras medium bisa dijangkau olah masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui MoU kali ini distribusi beras bisa langsung ke masyarakat baik lewat kepala desa, koperasi, kios desa, toko, dan RT/RW, sehingga penyebaran beras medium ini ada langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi harganya relatif murah dan tidak bisa dipermainkan oknum tengkulak maupun pedagang,” kata Budi Wasesa.

Dijelaskan, Bulog saat ini memiliki stok sebanyak 1,2 juta ton beras medium dan ditargetkan mampu diserap sebanyak 3000 – 5000 ton untuk wilayah Jateng per hari. Adapun harga beras medium nantinya akan dijual Rp 8.250 per kilogram.

“Saya yakin ini bisa dilaksanakan teman-teman kades dan masyarakat tentu akan mendapatkan kemudahan dan keuntungan. Dan beras dari Bulog tidak mungkin ditukar karena kami sudah menjamin kualitasnya,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menambahkan, kerjasama dengan Bulog itu menjadi solusi mengatasi masalah distribusi beras di pasar yang kurang efektif. Ide distribusi langsung ini sangat positif karena masyarakat akan mendapatkan beras dengan kualitas baik.

“Kita punya semangat bahwa masyarakat harus mendapatkan beras yang baik dan terjangkau dengan kualitas beras yang tidak jelek. Maka hari ini (kerjasama dengan Bulog) menjadi solusi karena distribusi akan langsung ke konsumen,” imbuhnya.

Ganjar pun mempercayakan distribusi beras tersebut kepada kades karena yang akan bersinggungan langsung dengan masyarakat adalah mereka.

“Para kades mereka nanti dapat menyebarkan ke masyarakat, terserah apa lewat Bumdes dan sebagainya, sehingga mereka bisa mendekati langsung masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.(aln)