BUMD Boyolali Andum Rejeki, Bagikan 1.650 Paket Sembako ke Warga

20
SIMBOLIS : Bupati Boyolali, M. Said Hidayat bersama Wakil Bupati, Wahyu Irawan dan Ketua Paguyuban BUMD Boyolali, Sunarno, secara simbolis menyerahkan bantuan diterima Camat. Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Paguyuban Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Boyolali memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19, Senin (13/9/2021). Dalam kegiatan BUMD Boyolali andum rejeki ini, ada 1.650 paket sembako yang dibagikan.

“Ini dalam rangka BUMD peduli, andum rejeki mari berbagi. Kita memberikan sembako sebanyak 1.650 paket yang kita bagikan kepada masyarakat di 22 kecamatan,” ujar Ketua Paguyuban BUMD Boyolali, Sunarno.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Bupati Boyolali. Dari Ketua Paguyuban BUMD Boyolali, kepada Bupati Boyolali dan diteruskan ke Camat yang diwakili Camat Boyolali dan Camat Mojosongo. Bupati Boyolali, Mohamad Said Hidayat, juga memberangkatkan truk – truk boks pengangkut bantuan sembako ke kecamatan-kecamatan.

“Bantuan kita antar sampai kecamatan. Dalam situasi pandemi COVID-19 dan PPKM ini, kita teman-teman BUMD ingin berbagi. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” kata Sunarno.

Program BUMD Boyolali adum rejeki ini berasal dari dana corporate social responsibility (CSR). Ada enam BUMD yang menyumbang untuk bantuan paket sembako, dengan total bantuan mencapai Rp 215.400.000.

PT BPR Bank Boyolali, Perumda Air Minum Tirta Ampera, PT Aneka Karya, PT BPR BKK Boyolali, Bank Jateng dan PT BKK Jateng cabang Boyolali. Sedangkan masyarakat yang mendapatkan bantuan berdasarkan data dari tiap kecamatan.

Sunarno menambahkan, UMKM di Boyolali juga terdampak pandemi COVID-19 dan PPKM. Sehingga untuk membantu mereka, bahan-bahan bantuan paket Sembako ini dibeli dari UMKM Boyolali.

“Pembelanjaan seluruh bahan ini dari UMKM Boyolali, sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka,” imbuh dia.

Sementara itu Bupati Boyolali, Mohamad Said Hidayat, menyambut baik adan bantuan sosial paket Sembako dari paguyuban BUMD ini untuk masyarakat. Semangat kegotong-royongan ini harus terus dijaga untuk membangun Kabupaten Boyolali.

“Ini adalah satu hal yang harus terus menerus kita jaga. Semangat kegotong-royongan ini lah yang mampu akan memberiksan satu dronggan, dukungan dalam upaya pembangunan di Kabupaten Boyolali,” kata M. Said Hidayat.

“Terima kasih atas semangatnya, terima kasih atas kepeduliannya. Semoga dengan terbuka hati, membuka pikiran untuk bersama memberikan bantuan pada masyarakat Boyolali yang terdampak COVID. Walaupun tidak mungkin secara keseluruhan mampu terbackup oleh BUMD. Tetapi dengan semangat BUMD ini, dengan 1.650 paket, saya kira sudah cukup meringankan beban masyarakat,” sambung Said. (aji/bis/rit)