Bupati Semarang Beri Disabilitas BPJS Kesehatan Gratis dan Bantuan UMKM

HARI DISABILITAS: Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menggandeng dan menuntun dua disabilitas tuna netra ke tempat duduknya dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional, Selasa (5/12). FOTO: MUIZ/JATENGPOS

UNGARAN. JATENGPOS.CO.ID- Peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-31 tingkat Kabupaten Semarang berlangsung meriah di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Selasa (5/12/2023). Diikuti ratusan penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas prestasi atlet disabilitas Kabupaten Semarang yang meraih juara di tingkat propinsi maupun nasional. Ia meminta agar potensi atlet terus dikembangkan dan Pemkab Semarang akan mensupport semua kegiatannya.

“Selain potensi atlet disabilitas kita, ada juga kelompok kesenian disabilitas yang dapat ditekuni secara profesional. Pemkab Semarang terus memberikan dukungan baik sarana maupun prasarana, serta pelatihan-pelatihan keterampilan,” ujar Bupati kepada Jateng Pos seusai acara.

Bupati menekankan keberhasilan Pemkab Semarang meraih UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan pada tanggal 6 Oktober 2023 lalu, agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan disabilitas dalam pelayanan kesehatan.

“Kemudahan kita setelah meraih UHC BPJS Kesehatan bagi yang belum memiliki BPJS Kesehatan saat sakit ke rumah sakit dapat mendaftar ke BPJS secara gratis 5 menit sudah jadi, nanti biaya akan ditanggung Pemkab. Rekan-rekan disabilitas dapat memanfaatkan program ini hingga terlindungi sepenuhnya kesehatannya,” jelasnya.

Pelayanan sosial diberikan kepada disabilitas, lanjut Bupati, Pemkab Semarang telah menganggarkan bantuan yang dialokasikan dari dana distabilitasi inflasi daerah dari pemerintah pusat. Saat ini Pemkab Semarang mendapatkan bantuan tersebut sebesar Rp 2,3 miliar yang akan dibagikan kepada 11.569 penerima.

“Dana distabilitasi kita disalurkan khususnya kepada masyarakat yang belum tercover dari program bantuan pemerintah, masyarakat tidak mampu yang membutuhkan, juga kepada rekan-rekan distabilitas. Masing-masing penerima mendapatkan Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Bupati memberikan dukungan juga dalam bentuk pemberdayaan usaha-usaha mikro yang ditekuni para penyandang disabilitas. Pihaknya telah mengupayakan dana bantuan CSR sebesar Rp 50 juta untuk organisasi untuk pengembangan UMKM disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Istichomah menambahkan peringatan Hari Disabilitas Internasional spesial karena baru pertama kali ini diadakan di pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang. Dari jumlah disabilitas keseluruhan sebanyak 2.450 orang yang hadir sebagai perwakilan sebanyak 169 orang .

“Melalui kegiatan ini kita adakan Forum Diskusi untuk berdialog langsung dengan para disabilitas. Pak Bupati meminta kita untuk menampung unek-unek mereka dan kendala dialaminya. Pemkab berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para disabilitas,” ujarnya. (muz)