Bus Sudiro Terguling Tewaskan 7 Penumpang, Ini Penyebabnya

162
Bus Sudiro Tungga Jaya nopol AD 1626 CU penuh penumpang terguling setelah menabrak truk boks di tol Pemalang, Minggu (11/7) siang. FOTO:IST/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. PEMALANG- Kecelakaan maut terjadi di jalan tol Trans Jawa KM 308. Jalur A ikut Desa Saradan Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, Minggu (11/7) sekitar pukul 11.00, tujuh orang tewas.

Polisi menduga kecelakaan terjadi akibat bus Sudiro Tungga Jaya bernopol AD 1626 CU menghindari truk boks bernopol B 9281 SXR yang melaju oleng di depannya.

Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Arfian Riski Dwi Wibowo, mengatakan kronologi kecelakaan, bermula ketika bus PO Sudiro Tungga Jaya melaju dari arah barat (Jakarta) dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di KM 308 jalur A, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, ‎bus yang dikemudikan Sigit Prasetyo (26) warga Desa Tamanwinangun, Kecamatan Tamanwinangun, Kabupaten Kebumen itu berupaya menghindari truk boks yang melaju oleng di depannya.

Namun karena jarak yang sudah dekat, bus jurusan Jakarta-Wonogiri itu membentur bagian bodi belakang sebelah kiri truk boks.

“Bus kemudian oleng ‎ke arah kiri lalu membentur godril yang berada di bahu jalan. Setelah itu bus terguling,” ujar Arfian.

‎Arfian mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan tersebut dengan mengumpulkan informasi di lokasi kejadian dan keterangan saksi- saksi.

Petugas Operator Tol Pemalang-Batang, Muhammad Baihaqi saat dikonfirmasi mengatakan, korban meninggal dan luka-luka dilarikan ke tiga rumah sakit di Pemalang.

“Ada tiga rumah sakit di sekitar Pemalang. Rumah Sakit Siaga Medika, Rumah Sakit Prima Medika dan Rumah Sakit Santa Maria,” katanya.

Baihaqi mengatakan bagi ada keluarga yang merasa salah satu kerabatnya menjadi korban kecelakaan nahas tersebut bisa langsung datang ke tiga rumah sakit itu.

Info diterima Baihaqi dapatkan dari lokasi kejadian ada tujuh orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

“Semua korban dibawa ke tiga rumah sakit itu, silakan bagi keluarga korban untuk mendatangi,” ujar Baihaqi. (dbs/muz)